Sabtu, 17 Januari 2026 20:23 WIB

Gus Yahya Resmikan Pembangunan Dapur MBG di Pesantren Al-Hikamussalafiyah Purwakarta


  • Selasa, 29 Juli 2025 16:08 WIB

NAHDLIYIN.COM, Purwakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi memulai pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari komitmen memperkuat ketahanan pangan dan layanan pendidikan keagamaan. Peletakan batu pertama dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hikamussalfiyah, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (29/7/2025).

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menegaskan bahwa pembangunan dapur MBG merupakan wujud konkret dukungan NU terhadap program nasional pemenuhan hak dasar anak, khususnya dalam memperoleh asupan gizi yang layak.

“Pada tahap pertama ini, sebanyak 218 yayasan berbasis pesantren dan lembaga pendidikan NU telah masuk dalam sistem Badan Gizi Nasional (BGN). Sementara itu, 47 dapur MBG sedang dalam proses pembangunan, tujuh telah selesai dan disurvei, dan satu titik siap operasional tinggal menunggu penunjukan Kepala Dapur dari unsur Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI),” papar Gus Yahya.

PBNU menargetkan pembangunan 1.000 dapur MBG di seluruh Indonesia dengan memanfaatkan kekuatan jaringan pesantren dan sekolah NU. “Di lingkungan NU, terdapat lebih dari 400 pesantren besar, ditambah 26 ribu pesantren lainnya, serta 10 ribu sekolah dan madrasah yang saat ini melayani sekitar 5 juta santri dan siswa,” ujarnya.

Menurut Gus Yahya, program MBG dirancang untuk menjangkau daerah-daerah yang belum memiliki akses memadai terhadap makanan sehat dan bergizi. Dalam waktu dekat, PBNU juga akan meresmikan 10 dapur MBG yang siap beroperasi.

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh PBNU, antara lain Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni, Ketua PBNU Alissa Wahid, serta jajaran pemerintah daerah seperti Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin dan Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan H. Sumasna.

Program ini juga menjadi bagian dari penguatan sistem pelayanan sosial berbasis pesantren, serta didukung penuh oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai bagian dari prioritas nasional di sektor ketahanan pangan dan pendidikan.



ARTIKEL TERKAIT