Jum'at, 24 Mei 2024 20:46 WIB

Ijazah Dr. KH. Abun Bunyamin Agar Hidup Selamat Dunia dan Akhirat


  • Jum'at, 06 Oktober 2023 17:54 WIB

NAHDLIYIN.COM, Kota Bogor – Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat Dr. KH. Abun Bunyamin mengijazahkan amalan agar hidup selamat di dunia dan akhirat. Hal tersebut di ungkapkan saat menghadiri Halaqah Kebangsaan dan Konsolidasi Organisasi PWNU bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor di Bogor Tengah Kota Bogor pada Rabu (4/10/2023) pagi.

رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ

“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan” (QS. Asy Syu’ara: 83-85).

"Ajaztukum, motif kita duduk di NU salah satu ada di doa itu. Yang tadi kita bacakan dan saya ijazahakan untuk semua," ucapnya dihadapan ratusan para Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Bogor. 

Kiai Abun mengajak untuk disiplin organisasi, harus taat pada komando. Karena NU adalah wadahnya ulama. 

"Siap berkorban baik fisik, tenaga, ilmu, materi, lisana sidqin fil akhirin, jika sudah selesai dari amanah jabatan, amal kita hari ini menjadi sebuah (atsar) buah bibir di kemudian hari," jelasnya. 

Kiai yang merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Al Muhajirin Kabupaten Purwakarta tersebut menegaskan, masuk di NU bisa menjadi pintu menuju surga, mendapatkan syafaat para Nabi, Wali dan Ulama.

"Siapa yang ngopeni NU akan diakui murid Hadratus Syekh Mbah Hasyim Asyari. Mudah-mudahan mendapatkan syafaat juga dari beliau," pungkasnya 

KH. Dr. Abun Bunyamin, MA lahir 4 April 1954, dari pasangan KH. Muhammad Mukhtar,dan Hj. Siti Juariyah yang merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Saat lahir beliau bernama Muhammad Tamrin. Tapi saat masuk SD berubah menjadi Ade Bunyamin dengan panggilan Amin. Kelak keisengannya menyingkat nama Ade Bunyamin dengan Abun saat ia remaja,

Adapun sanad keilmuannya didapatkan dari guru-gurunya sebagai berikut: 

1. KH. Muhammad Mukhtar

2. KH. Abdurrahman (Kiai Edun) 

3. KH. Syakur

4. KH. Yasin Basyuni

5. KH. Amad Syahid

6. Mama Ajengan Adi

7. Mama Ajengan Emed

8. KH. Ilyas Ruhiyat

9. KH. Abun Bunyamin Ruhiyat

10. KH. Khoer Afandi

11. KH. Yusuf Taji

Dengan keberkahan dari para guru terutama amalan dari Abah Cipasung (Ayahanda dari KH Ilyas Ruhiat) membekali KH. Dr. Abun Bunyamin, MA dengan pesan yang tak pernah dia lupakan olehnya yaitu Pertama shalat di awal waktu, Kedua membaca Al-Fatihah untuk Abah Cipasung, Ketiga membaca Al-Qur’an 50 ayat setiap hari, agar ilmu yang dipelajari manfaat dan penuh berkah.

KH Abun Bunyamin mendirikan Pesantren Al-Muhajirin pada tahun 1993, pesantren ini berada awal berdiri di jalan Veteran no 155, Kenanga II Kebon kolot Kelurahan Nagri Kaler Purwakarta. 

Saat ini Pesantren Al-Muhajirin telah berkembang menjadi 5 cabang dengan jumlah 6000 santri. Pembelajaran yang dilakukan dengan mengintegrasikan kurikulum pesantren berbasis kitab kuning dan bahasa dengan kurikulum sekolah berbasis standar nasional. (Sumber: jatman.or.id)



ARTIKEL TERKAIT