Selasa, 23 Juni 2026 23:28 WIB

Ketum PBNU: Berkat Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses


  • Selasa, 23 Juni 2026 13:53 WIB

NAHDLIYIN.COM, Kediri – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menegaskan bahwa kesuksesan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 tidak dapat dilepaskan dari doa, bimbingan, serta naungan para kiai sepuh dan masyayikh.

Hal itu disampaikan Gus Yahya usai mengikuti Pleno III Munas-Konbes NU 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, keberadaan para ulama sepuh menjadi sumber kekuatan spiritual yang menjaga jalannya organisasi dan mengiringi setiap ikhtiar Nahdlatul Ulama.

“Alhamdulillah, Nahdlatul Ulama masih memiliki masyayikh, ashabul hikmah dan ashabul karamah seperti Kiai Nurul Huda Djazuli dan Kiai Anwar Manshur. Kami semua masih berada di bawah naungan pengayoman barokah dan hikmah beliau-beliau,” ujar Gus Yahya.

Ia mengungkapkan bahwa menjelang pelaksanaan Munas dan Konbes sempat muncul berbagai kekhawatiran terkait jalannya forum. Namun pada akhirnya seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan menghasilkan sejumlah keputusan penting bagi organisasi.

Gus Yahya meyakini kelancaran tersebut merupakan buah dari kekuatan ruhaniyah yang tumbuh di lingkungan pesantren serta keikhlasan para kiai dalam membimbing umat.

“Semuanya kami yakini karena barokah dari quwwah ruhaniyah, kekuatan rohani yang ada di tempat yang berkah ini, yang menaungi kami semua dan senantiasa mengingatkan kami tentang keikhlasan dalam berkhidmat,” tegasnya.

Selain menyoroti dimensi spiritual forum, Gus Yahya juga menjelaskan sejumlah keputusan penting yang berhasil disepakati dalam Munas dan Konbes NU 2026.

Menurutnya, berbagai rancangan peraturan perkumpulan yang telah lama dibahas akhirnya memperoleh titik temu dan disahkan sebagai pedoman organisasi ke depan.

Salah satu keputusan yang paling mendapat perhatian publik adalah pengesahan peraturan perkumpulan mengenai tata kelola tambang yang selama ini menjadi pembahasan strategis di lingkungan NU.

“Ini yang nanti pasti akan ditunggu elaborasinya oleh masyarakat. Kita akan lakukan pada kesempatan berikutnya,” kata Gus Yahya.

Tak hanya itu, forum juga mengesahkan peraturan perkumpulan terkait pengelolaan platform digital NU yang diberi nama Digdaya, sebagai bagian dari penguatan transformasi digital organisasi.

Munas dan Konbes turut mematangkan sejumlah agenda strategis yang akan dibawa ke Muktamar NU mendatang, mulai dari pembahasan AD/ART, sinkronisasi berbagai regulasi organisasi, hingga penyusunan roadmap atau peta jalan Nahdlatul Ulama untuk 25 tahun ke depan.

Muktamar NU Disepakati Digelar Agustus 2026

Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya memastikan bahwa forum telah menyepakati jadwal pelaksanaan Muktamar NU yang akan datang.

Forum tertinggi organisasi tersebut diputuskan akan digelar pada 1–5 Agustus 2026, sekitar sembilan bulan setelah pelaksanaan Munas dan Konbes.

“Tadi sudah diputuskan bahwa waktu Muktamar disepakati tanggal 1 sampai 5 Agustus,” ungkapnya.

Adapun lokasi penyelenggaraan Muktamar masih dalam tahap pembahasan. Sejumlah daerah telah menyatakan kesiapan untuk menjadi tuan rumah, di antaranya Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, serta Sumatra Barat.

Dengan berakhirnya Munas dan Konbes NU 2026, Nahdlatul Ulama dinilai telah menuntaskan sejumlah agenda strategis organisasi sekaligus menyiapkan fondasi kuat menuju Muktamar 2026 yang akan menentukan arah perjalanan NU pada masa mendatang.



ARTIKEL TERKAIT