Rabu, 24 Juni 2026 16:43 WIB

KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar


  • Rabu, 24 Juni 2026 13:28 WIB

NAHDLIYIN.COM, Kediri – Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, KH Nurul Huda Djazuli, menyampaikan pesan persatuan dan pentingnya sinergi antara Nahdlatul Ulama (NU) dan pesantren dalam sambutan penutupan Pleno Komisi Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Senin (22/6/2026).

Dalam sambutannya, Kiai Nurul Huda mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas suksesnya penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2026. Ia mengaku semula tidak pernah membayangkan forum strategis NU tersebut akan berlangsung di Pesantren Al-Falah Ploso.

"Khususnya untuk NU dan pesantren, saya tidak pernah terpikir musyawarah ini dilaksanakan di Al-Falah Ploso. Namun Alhamdulillah semuanya dapat terlaksana dengan baik," ujarnya.

Kiai Nurul Huda juga mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya berharap Munas dan Konbes NU digelar di lingkungan pesantren. Namun, ia tidak membayangkan Ploso yang akan menjadi tuan rumah karena khawatir tidak mampu menyelenggarakannya secara optimal.

Ia menegaskan bahwa pihak pesantren tidak pernah mengajukan diri sebagai lokasi penyelenggaraan forum tersebut. Bahkan, saat itu dirinya mendukung Pondok Pesantren Lirboyo yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan NU.

"Saya tetap mendukung Lirboyo, pesantren tua yang pernah menjadi tempat Muktamar NU, untuk menjadi lokasi Munas dan Konbes. Namun akhirnya Allah mentakdirkan kegiatan ini berlangsung di Ploso," katanya.

Menurut Kiai Nurul Huda, pesantren merupakan tempat yang paling tepat untuk menjadi tuan rumah agenda-agenda besar NU. Karena itu, ia berharap penyelenggaraan Munas dan Konbes di Al-Falah Ploso dapat menjadi kebanggaan sekaligus persembahan untuk pendiri pesantren, KH Ahmad Djazuli Utsman.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut, khususnya kepada Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan jajaran panitia.

"Terima kasih saya sampaikan kepada Kiai Miftachul Akhyar dan semua pihak yang telah mendukung suksesnya acara di Al-Falah Ploso," tuturnya.

Lebih lanjut, Kiai Nurul Huda berharap hasil Munas dan Konbes NU 2026 dapat memberikan manfaat besar bagi kemajuan organisasi maupun dunia pesantren. Menurutnya, NU dan pesantren merupakan dua entitas yang tidak dapat dipisahkan dan harus terus saling menguatkan.

"Saya sangat mencintai NU. Karena itu saya tidak ingin melihat para pengurus NU bertengkar. Yang saya inginkan adalah persatuan dan kebersamaan," tegasnya.

Hal lain yang menurutnya istimewa dalam penyelenggaraan Munas dan Konbes tahun ini adalah waktunya yang bertepatan dengan rangkaian Haul KH Ahmad Djazuli Utsman yang akan dimulai pada malam berikutnya. Kiai Nurul Huda menilai keselarasan waktu tersebut bukanlah sesuatu yang direncanakan sejak awal.

"Ini tidak direncanakan. Saya memandangnya sebagai karomah dari KH Ahmad Djazuli Utsman," ungkapnya.

Menutup sambutannya, Kiai Nurul Huda memohon doa agar para santri yang menimba ilmu di Al-Falah Ploso senantiasa diberikan kemudahan dan keberkahan dalam belajar.

"Mohon doa agar para santri diberikan futuh, dibukakan hati mereka untuk menerima ilmu yang bermanfaat dan akhlak yang mulia," pungkasnya.



ARTIKEL TERKAIT