- 14 Januari 2026
NAHDLIYIN.COM, Jombang – Dalam rangka memperingati 100 tahun Nahdlatul Ulama (NU) versi kalender Masehi, rombongan Pondok Pesantren Terpadu Darussyifa Al-Fithroh Yaspida bersama PCNU dan MWCNU Kabupaten Sukabumi menggelar safari silaturahmi ke Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026).
Kedatangan rombongan disambut hangat di Aula Lantai 1 Gedung KH Yusuf Hasyim oleh Mudir III Pesantren Tebuireng H. Lukman Hakim dan Mudir V Pesantren Tebuireng Dr. KH Ahmad Roziqi, Lc., M.H.I. Suasana penuh keakraban mewarnai pertemuan yang sarat nilai historis tersebut.
Dalam sambutannya, H. Lukman Hakim mengapresiasi kunjungan silaturahmi ini sebagai bagian dari ikhtiar merawat sanad keilmuan dan perjuangan NU. Ia menegaskan bahwa Pesantren Tebuireng konsisten mencetak santri yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral.
“Di Pesantren Tebuireng, kami menekankan pentingnya akhlak dan kejujuran. Di zaman sekarang, tidak semua orang pintar itu benar,” tegasnya.
Momentum reflektif semakin terasa ketika Dr. KH Ahmad Roziqi membacakan dan mengulas Kitab Al-Qanun Al-Asasi karya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Ia membedah Bab II yang menjelaskan visi besar pendirian NU sebagai jam’iyah yang menjaga umat agar tetap berpegang pada mazhab serta menghadirkan kemaslahatan Islam.
“NU didirikan agar umat Islam tidak terjebak pada sikap radikal, sekaligus untuk mewujudkan kemaslahatan agama. Karena itu, para pengurus NU harus berkhidmat, bukan mencari keuntungan atau penghidupan di jam’iyah,” tutur Kiai Roziqi.
Ketua MWCNU Kabupaten Sukabumi, KH Muhammad Syamsul Ma’arif, M.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan ke Tebuireng merupakan bagian dari rangkaian ziarah Wali Songo sekaligus napak tilas perjuangan ulama dalam menyambut Harlah ke-100 NU.
“Kami ingin menyerap langsung pesan dan nasihat dari keluarga besar Hadratussyaikh sebagai bekal dan motivasi dalam berkhidmat di NU,” ujarnya.
Ia berharap, silaturahmi dan ziarah tersebut membawa keberkahan bagi seluruh jajaran NU di Kabupaten Sukabumi agar semakin membumi dan memberi manfaat nyata bagi umat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan ramah tamah serta doa bersama di makam Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di kompleks Pesantren Tebuireng, sebagai peneguhan komitmen meneruskan nilai perjuangan ulama menuju abad kedua Nahdlatul Ulama.