- 14 Mei 2026
NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Indonesia (UI) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat transformasi pendidikan tinggi berbasis pesantren dan organisasi keagamaan agar lebih modern, kompetitif, dan berdaya saing global.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan, kerja sama antara PBNU dan UI tidak hanya bersifat administratif, tetapi merupakan bagian dari agenda besar penguatan kapasitas kelembagaan NU di berbagai bidang strategis.
“Kita secara resmi melakukan penandatanganan MoU antara PBNU dengan Universitas Indonesia yang nantinya akan meng-cover wilayah kerja sama luas, mulai akademis sampai dengan kerja sama berbagai macam layanan masyarakat yang menjadi domain NU selama ini,” ujar Gus Yahya.
Menurutnya, kemitraan dengan UI menjadi momentum penting bagi NU untuk mempercepat transformasi organisasi, terutama dalam penguatan sektor layanan sosial dan pengembangan ekonomi berbasis korporasi.
Gus Yahya menilai NU membutuhkan sistem yang lebih modern agar mampu berkembang lebih kuat serta memberi dampak lebih luas bagi masyarakat.
“NU akan sangat mendapatkan manfaat besar sekali dengan kesediaan UI mendukung agenda-agenda NU,” jelasnya.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat menghadirkan maslahat tidak hanya bagi PBNU dan UI, tetapi juga untuk masyarakat luas dan bangsa Indonesia.
“Mudah-mudahan kerja sama kedua belah pihak ini sungguh-sungguh membuahkan manfaat besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara serta dilimpahi barokah Allah SWT,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Indonesia Prof Heri Hermansyah menyebut kerja sama ini sebagai upaya “naik kelas bersama” bagi perguruan tinggi yang berada di lingkungan PBNU.
“Membawa dan menggendong universitas-universitas yang ada di lingkungan PBNU supaya bisa maju bersama,” ujar Heri.
Ia menjelaskan, UI siap mendukung peningkatan mutu pendidikan kampus-kampus NU melalui berbagai program strategis, termasuk kerja sama internasional dan program gelar ganda (double degree).
Menurut Heri, model kerja sama UI dengan sejumlah kampus luar negeri dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi NU dalam meningkatkan standar akademik internasional.
Salah satu langkah awal yang akan dilakukan ialah pemetaan kurikulum dan program studi di kampus-kampus NU agar selaras dengan standar akademik UI.
“Setelah mapping kurikulum selesai, bisa dibuat program studi UNU-UI double degree program dengan dukungan beasiswa,” jelasnya.
Selain itu, UI juga membuka peluang penjaringan talenta muda dari kalangan santri dan siswa SMA kelas 3 untuk melanjutkan pendidikan ke program-program studi prioritas di UI.
“Saat ini UI memiliki 38 program studi berstandar internasional. Bisa dimulai dari 10 program studi,” kata Heri.
Program tersebut diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia unggul dan calon pemimpin masa depan dari lingkungan Nahdlatul Ulama yang memiliki daya saing nasional maupun global.
Acara penandatanganan MoU ini turut dihadiri jajaran pengurus PBNU, perwakilan lembaga dan badan otonom NU bidang pendidikan, serta sejumlah pejabat di lingkungan Universitas Indonesia.