- 29 Juni 2026
NAHDLIYIN.COM, Aceh – Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), H. Amin Said Husni, menegaskan bahwa program Digdaya NU (Digitalisasi Sumber Daya Manusia dan Layanan Nahdlatul Ulama) merupakan agenda strategis PBNU dalam memperkuat tata kelola organisasi di awal abad kedua Nahdlatul Ulama.
Hal itu disampaikan saat memberikan arahan pada pelantikan dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Aceh, Sabtu (27/6/2026). Menurutnya, NU harus mampu bertransformasi agar tetap relevan menghadapi perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.
"Memasuki abad kedua, kita dihadapkan pada kebutuhan yang sangat berbeda dengan abad sebelumnya. Karena itu, Nahdlatul Ulama harus melakukan transformasi jam'iyah. Kita tidak bisa lagi mengelola organisasi secara konvensional," ujar Amin.
Ia menjelaskan, transformasi organisasi harus berjalan seiring dengan konsolidasi kelembagaan. PBNU saat ini memprioritaskan dua agenda besar, yakni pembenahan tata kelola organisasi dan percepatan kaderisasi berbasis sistem digital.
"Konsolidasi dilakukan melalui pembenahan tata kelola organisasi, memperkuat regulasi, serta meminimalkan berbagai persoalan internal. Sementara kaderisasi menjadi instrumen untuk merekrut sekaligus menyiapkan kader-kader terbaik NU," katanya.
Dalam konteks tersebut, PBNU sejak Agustus 2024 meluncurkan Digdaya NU sebagai sistem digital yang mengintegrasikan data kader, administrasi organisasi, layanan persuratan, hingga berbagai aktivitas kelembagaan. Menurut Amin, digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi menjadi fondasi penting bagi pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
"Ketika data Digdaya terdokumentasi dengan baik, maka data itu menjadi modal penting dalam pengembangan organisasi, tata kelola, hingga pemberdayaan Nahdlatul Ulama," jelasnya.
Ia menambahkan, sistem digital akan memperkuat koordinasi antarlembaga, meningkatkan transparansi, mempercepat pelayanan organisasi, sekaligus memudahkan monitoring program di seluruh tingkatan kepengurusan.
Meski demikian, Amin menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Karena itu, seluruh pengurus didorong untuk memahami dan mengimplementasikan sistem Digdaya dalam menjalankan roda organisasi.
"Kaderisasi tetap menjadi tulang punggung transformasi NU. Digitalisasi adalah alat, sedangkan kader adalah penggeraknya," tegasnya.
Amin berharap PWNU Aceh menjadi salah satu wilayah yang aktif mengimplementasikan Digdaya NU sehingga mampu memperkuat pelayanan organisasi sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain.
Menjelang Muktamar NU yang akan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026, ia juga mengajak seluruh warga Nahdliyin menjaga persatuan dan menjunjung tinggi adab organisasi.
"Mari kita sambut muktamar pertama di abad kedua Nahdlatul Ulama dengan suasana yang sejuk, muktabar, serta menjunjung tinggi adab dan akhlak NU. Semoga setiap periode menghadirkan capaian baru bagi kemajuan jam'iyah dan kemaslahatan umat," pungkasnya.