- 21 Oktober 2026
NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) merilis teks ikrar dan doa untuk upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026. Kedua naskah tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri yang digelar pada Kamis, 22 Oktober 2026, mulai pukul 07.00 waktu setempat.
Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2026 tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2026.
Pembacaan ikrar dan doa menjadi momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia sekaligus meneguhkan komitmen santri dalam mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara.
Teks Ikrar Santri 2026
Dalam naskah resmi Kemenag, Ikrar Santri memuat enam komitmen utama, yakni:
Enam poin tersebut menegaskan bahwa pengabdian santri tidak hanya diwujudkan melalui pendalaman ilmu agama, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan, penghormatan terhadap sesama, serta kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Teks Doa Upacara Hari Santri 2026
Naskah doa Hari Santri Nasional 2026 diawali dengan pujian kepada Allah SWT dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Doa kemudian dilanjutkan dengan sejumlah permohonan yang mencerminkan harapan bagi pesantren, santri, masyarakat, dan bangsa Indonesia.
Pertama, memohon agar jasa para ulama, kiai, dan santri yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk melalui Resolusi Jihad, mendapat pahala dan keberkahan dari Allah SWT.
Kedua, memohon keberkahan bagi pesantren di seluruh Nusantara agar terus menjadi benteng moral bangsa, pusat syiar Islam yang menyejukkan, serta tempat lahirnya generasi berilmu dan berakhlak mulia.
Ketiga, memohon kesehatan dan kekuatan bagi para kiai, nyai, ustaz, dan ustazah dalam mendidik santri, serta kemudahan bagi para santri dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya untuk kemaslahatan umat.
Keempat, memohon perlindungan bagi Indonesia dari bencana alam, wabah, penyakit, dan perpecahan, serta berharap agar bangsa ini senantiasa hidup dalam keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan.
Kelima, memohon agar para pemimpin diberikan petunjuk dan kekuatan untuk menjalankan amanah secara jujur, mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan sosial, serta menjaga persatuan dan kepentingan rakyat.
Rangkaian doa ditutup dengan permohonan ampunan kepada Allah SWT bagi seluruh umat, kedua orang tua, dan para pahlawan bangsa.
Melalui ikrar dan doa tersebut, Hari Santri 2026 menjadi momentum untuk memperkuat nilai keagamaan, akhlak, cinta tanah air, kepedulian sosial, dan semangat berkarya. Santri diharapkan terus mengambil peran dalam menjawab tantangan zaman serta menguatkan negeri menuju Indonesia Emas.