Kamis, 22 Oktober 2026 05:49 WIB

Ketua PCNU Surabaya Ajak Santri Kuasai Teknologi Digital dan Perkuat Ekonomi Umat


  • Rabu, 21 Oktober 2026 15:26 WIB

NAHDLIYIN.COM, Surabaya – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya, KH Masduki Thoha, mengajak para santri memperkuat kontribusi dalam pembangunan kota melalui penguasaan teknologi digital, pemberdayaan ekonomi umat, dan keterlibatan aktif dalam menyelesaikan persoalan sosial.

Menurutnya, momentum Hari Santri Nasional 2026 harus menjadi pengingat bahwa santri tidak hanya berperan menjaga tradisi keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat.

“Hari Santri bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali peran strategis santri dalam perjalanan sejarah bangsa,” kata Masduki, Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan, ulama dan santri memiliki kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta membangun fondasi moral dan spiritual bangsa. Semangat tersebut, lanjutnya, perlu diteruskan melalui pengabdian yang sesuai dengan tantangan zaman.

Masduki menekankan pentingnya santri menguasai ilmu agama, memperkuat wawasan kebangsaan, mengembangkan keterampilan digital, serta memiliki jiwa kewirausahaan. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global tanpa kehilangan jati diri.

Di Kota Surabaya, kontribusi santri dapat diwujudkan melalui penguatan pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Santri juga diharapkan terlibat dalam pembinaan generasi muda untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, intoleransi, dan berbagai persoalan sosial lainnya.

“Surabaya membutuhkan generasi santri yang berilmu, berakhlak, mandiri, kreatif, dan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” ujarnya.

Untuk memperkuat peran tersebut, PCNU Surabaya mendorong pesantren, lembaga pendidikan, badan otonom, dan seluruh elemen NU membangun sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, serta masyarakat.

Masduki menegaskan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan beriringan dengan penjagaan adab serta nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Santri juga perlu terus merawat toleransi, gotong royong, dan kecintaan terhadap tanah air di tengah perkembangan zaman.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, PCNU Surabaya mengajak keluarga besar pesantren memperkuat komitmen dalam membentuk generasi unggul dan berkarakter demi mewujudkan Surabaya yang maju, humanis, inklusif, dan penuh keberkahan.

“Dari pesantren kita bangun peradaban, dari santri kita kuatkan karakter bangsa, dari Surabaya kita berkontribusi untuk kemajuan Indonesia. Selamat Hari Santri Nasional 2026. Semoga dengan tema utama ini menguatkan akar tradisi menjaga keutuhan negeri, santri berdaya, Surabaya berjaya, Indonesia jaya,” pungkasnya.



ARTIKEL TERKAIT