Kamis, 22 Oktober 2026 15:39 WIB

Hari Santri 2026, Sekda Riau Ajak Santri Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa


  • Kamis, 22 Oktober 2026 14:46 WIB

NAHDLIYIN.COM, Kota Dumai – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran ulama dan santri dalam menjaga kemerdekaan sekaligus melanjutkan perjuangan membangun bangsa. Jika dahulu perjuangan diwujudkan melalui Resolusi Jihad, kini santri dituntut berkontribusi menjawab tantangan zaman melalui ilmu, akhlak, kreativitas, dan inovasi.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, saat bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional di Taman Bukit Gelanggang, Kota Dumai, Kamis (22/10/2026).

Menurut Syahrial, sejarah perjuangan ulama dan santri menunjukkan bahwa kekuatan santri tidak hanya terletak pada ilmu agama dan keyakinan, tetapi juga keberanian dalam mengemban tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.

"Perjuangan para ulama dan santri menunjukkan bahwa kekuatan santri bukan hanya ilmu dan keyakinan saja, tapi keberaniannya dalam melaksanakan tanggung jawab bagi bangsanya," ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah 81 tahun Indonesia merdeka, santri tetap menghadapi tantangan dalam melanjutkan perjuangan. Namun, bentuk perjuangan tersebut telah berubah mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Karena itu, tema Hari Santri 2026, “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas”, menjadi pengingat agar santri tidak hanya menjaga warisan perjuangan para pendahulu, tetapi juga mengambil peran nyata dalam mendorong kemajuan Indonesia.

"81 tahun kemudian, tetap ada tantangannya meski berbeda, untuk itulah tema hari ini mengusung 'Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas' dengan makna agar santri bisa mengambil peran bagi kemajuan Indonesia," terang Syahrial.

Santri Harus Berilmu, Berakhlak, dan Adaptif

Syahrial menegaskan, kontribusi santri bagi kemajuan bangsa harus dimulai dari penguatan moral dan karakter. Santri diharapkan mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus mengarahkan perubahan ke jalan yang lebih baik.

Menurutnya, generasi santri masa kini perlu dibekali perpaduan ilmu agama, pengetahuan umum, keteguhan akhlak, keberanian, serta kemampuan berkarya dan berinovasi.

"Kita harus menyiapkan generasi yang memiliki ilmu agama, ilmu pengetahuan, teguh dalam menjaga akhlak, berani, berkarya, dan berinovasi," ungkapnya.

Ia menilai, kedalaman ilmu harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Bekal tersebut penting agar santri mampu memperluas kontribusinya dalam kehidupan berbangsa dengan tetap menjunjung tinggi integritas dan kepedulian sosial.

Syahrial juga mendorong pesantren untuk terus menjaga tradisi pendidikan yang telah menjadi kekuatan utamanya, sembari membuka ruang bagi kreativitas dan perkembangan pemikiran.

"Terus jaga tradisi pendidikan di pesantren dengan memberi ruang untuk tumbuh kembang kreativitas dan pemikiran yang beragam. Keragaman tersebut akan memperkaya kreativitas saat kita tahu itu adalah bagian dari ilmu pengetahuan," tegasnya.

Menurutnya, tradisi dan inovasi bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Pesantren dapat tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman sekaligus mendorong lahirnya generasi yang kreatif, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Syahrial berharap pesantren terus melahirkan generasi yang menjaga kerukunan dan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa. Secara khusus, ia mendorong santri di Provinsi Riau agar tampil di barisan terdepan dalam melanjutkan perjuangan melalui pengabdian dan karya nyata.

Dengan demikian, semangat Resolusi Jihad tidak berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi terus hidup dalam perjuangan santri masa kini: menjaga akhlak, memperkuat persatuan, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat serta negara.



ARTIKEL TERKAIT