Kamis, 22 Oktober 2026 17:26 WIB

Di Tengah Kabut Asap Karhutla, Santri Kotim Bermunajat untuk Keselamatan Daerah


  • Kamis, 22 Oktober 2026 15:43 WIB

NAHDLIYIN.COM, Kotawaringin Timur – Di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, para santri memanjatkan doa untuk keselamatan daerah. Istighatsah tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang digelar di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotim, Kamis (22/10/2026).

Suasana peringatan Hari Santri tahun ini berlangsung berbeda. Kegiatan yang biasanya digelar di lapangan terbuka dipindahkan ke dalam ruangan untuk melindungi para santri dan peserta dari paparan kabut asap.

Di tengah kondisi tersebut, doa bersama menjadi ikhtiar batin untuk memohon pertolongan Allah Swt agar kebakaran segera berakhir, hujan turun, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.

Bupati Kotim Halikinnor menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam membangun bangsa.

Ia mengajak para santri terus menuntut ilmu, menguasai teknologi, menjaga kerukunan, serta membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan mandiri.

Menurut Halikinnor, tantangan yang dihadapi santri saat ini tidak hanya berkaitan dengan pendidikan dan kehidupan keagamaan, tetapi juga kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan.

Di tengah kemarau panjang dan ancaman karhutla, ia mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperbanyak doa agar hujan segera turun dan kondisi daerah berangsur membaik.

Peringatan Hari Santri 2026 juga menjadi momentum untuk meneguhkan semangat hubbul wathan minal iman, yakni cinta Tanah Air sebagai bagian dari iman. Nilai tersebut diharapkan terus tumbuh dalam diri para santri, sehingga mereka mampu mengambil peran nyata dalam menjaga lingkungan, memperkuat persatuan, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Di tengah bencana kabut asap, semangat santri tidak hanya tercermin melalui doa, tetapi juga melalui kepedulian terhadap keselamatan sesama. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa khidmah santri kepada agama dan bangsa harus terus hadir dalam menjawab persoalan masyarakat.

Dengan doa dan ikhtiar bersama, masyarakat Kotim berharap karhutla segera terkendali, kabut asap berangsur menghilang, dan kehidupan warga kembali pulih.



ARTIKEL TERKAIT