Rabu, 04 November 2026 12:47 WIB

Muslimat NU Gorontalo Siapkan Tiga Program Prioritas, Fokus Perkuat Kader hingga Ekonomi Perempuan


  • Rabu, 04 November 2026 10:32 WIB

NAHDLIYIN.COM, Gorontalo – Pengurus Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Gorontalo masa khidmat 2026–2031 mulai menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat peran perempuan di tengah masyarakat. Ada tiga program prioritas yang menjadi fokus kepengurusan baru, mulai dari penguatan organisasi, pemberdayaan ekonomi perempuan, hingga dakwah dan aksi sosial.

Ketua PW Muslimat NU Gorontalo, Femi Ripo, mengatakan tiga program tersebut dirancang untuk mewujudkan Muslimat NU yang solid, mandiri, dan memberikan manfaat nyata bagi umat.

Hal itu disampaikan Femi seusai pelantikan PW Muslimat NU Gorontalo di Gedung Rektorat UIN Sultan Amai Gorontalo, Selasa (3/11/2026). Pelantikan tersebut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU yang juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifah Fauzi.

Femi menjelaskan, kepengurusan baru mengusung semangat “Satukan Khidmat, Kuatkan Konsolidasi”. Semangat ini menjadi pijakan untuk memperkuat gerakan Muslimat NU agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Muslimat harus hadir di setiap desa,” ujarnya.

Menurutnya, program pertama difokuskan pada penguatan organisasi dan kaderisasi. PW Muslimat NU Gorontalo menargetkan konsolidasi kepengurusan hingga tingkat pimpinan anak cabang, ranting, dan anak ranting. Dengan begitu, gerakan Muslimat tidak hanya aktif di tingkat wilayah, tetapi juga benar-benar dirasakan hingga akar rumput.

Program kedua menyasar penguatan ekonomi, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan. Sejumlah langkah disiapkan, di antaranya melalui program Mustika Darling, koperasi UMKM Muslimat, serta beasiswa dan pendidikan keagamaan bagi anak-anak maupun ibu-ibu.

Sementara itu, program ketiga diarahkan pada penguatan dakwah dan sosial kemasyarakatan. Muslimat NU Gorontalo akan mengambil peran dalam pencegahan stunting, penguatan keluarga sakinah, serta pelestarian tradisi keislaman masyarakat Gorontalo.

Upaya tersebut juga akan berpijak pada falsafah lokal “Adat bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah”, sebagai nilai yang menyatukan tradisi masyarakat dengan ajaran Islam.

Femi menegaskan, seluruh agenda tersebut membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, Muslimat NU tidak bisa bergerak sendiri dalam menjalankan program pemberdayaan dan pengabdian kepada masyarakat.

Karena itu, ia berharap dukungan dari Pimpinan Pusat Muslimat NU, Pemerintah Provinsi Gorontalo, serta PWNU Gorontalo terus menguat.

Sinergi dengan perguruan tinggi, seperti UIN Sultan Amai Gorontalo dan Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo, juga dinilai penting untuk mendorong lahirnya kader Muslimat yang berwawasan luas, intelektual, dan memiliki daya saing.

Melalui tiga program prioritas tersebut, PW Muslimat NU Gorontalo ingin memastikan bahwa khidmat perempuan NU tidak berhenti pada penguatan organisasi, tetapi juga hadir dalam pemberdayaan keluarga, pendidikan, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat.



ARTIKEL TERKAIT