- 04 November 2026
NAHDLIYIN.COM, Blitar – Menjadi sarjana bukan sekadar soal gelar akademik, pekerjaan bergengsi, atau kemapanan ekonomi. Lebih dari itu, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan harus mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
Pesan tersebut disampaikan Ketua PBNU sekaligus Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Blitar (UNU Blitar), Prof H Moh Mukri, saat memberikan sambutan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-7 Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Kampung Coklat Hall, Kabupaten Blitar, Sabtu (31/10/2026), dengan melepas 546 wisudawan.
Prof Mukri mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan pendidikan. Sebaliknya, momentum ini menjadi awal bagi para lulusan untuk membuktikan kemampuan sekaligus menunjukkan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Ia berpesan agar para sarjana tidak berhenti pada kebanggaan mengenakan toga dan memperoleh ijazah. Pengetahuan serta keterampilan yang dimiliki harus diterapkan untuk menjawab persoalan kehidupan.
"Jangan hanya sukses, tetapi jadilah orang yang bermanfaat. Sukses, menjadi orang kaya, tetapi tidak memberi manfaat kepada orang lain, untuk apa?," tegasnya.
Menurut Prof Mukri, gelar akademik dan keberhasilan materi bukan satu-satunya ukuran kesuksesan. Seorang sarjana memiliki tanggung jawab moral untuk menjadikan ilmu, pengalaman, dan kompetensinya sebagai bekal dalam membantu sesama.
Karena itu, ia mengajak para lulusan agar tetap mengedepankan sikap santun, toleran, dan adil dalam kehidupan bermasyarakat.
Nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), yakni tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i'tidal (adil), harus terus menjadi pegangan dalam menghadapi perbedaan sekaligus menjalankan pengabdian.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak cukup diukur dari kemampuan perguruan tinggi melahirkan lulusan yang cerdas secara intelektual. Pembentukan karakter, kepekaan sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting dari tujuan pendidikan.
Waketum PBNU Dorong UNU Blitar Perkuat Mutu Akademik
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum PBNU Prof Ganefri menyoroti pentingnya peningkatan kualitas UNU Blitar agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat.
Menurutnya, kemajuan perguruan tinggi tidak cukup ditandai dengan pembangunan gedung maupun kelengkapan fasilitas. Peningkatan kualitas akademik dan tata kelola kelembagaan juga harus menjadi perhatian utama.
"Kita tidak cukup hanya membangun universitas yang besar secara fisik. Kita harus membangun universitas yang kuat secara akademik, sehat secara tata kelola, unggul secara kelembagaan, dan nyata kontribusinya bagi masyarakat," ujarnya.
Ia mendorong UNU Blitar untuk memperkuat kompetensi dan kualifikasi dosen, meningkatkan produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah, mengembangkan inovasi pembelajaran, serta memperluas kerja sama dengan berbagai pihak.
Menurutnya, perguruan tinggi di lingkungan NU memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas sekaligus menjawab berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Prosesi wisuda tersebut turut dihadiri Wali Kota Blitar H Syauqul Muhibbin, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Prof Dyah Sawitri, Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNU Blitar Arif Afandi, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Blitar KH Muhammad Ardani Ahmad, Ketua PCNU Kabupaten Blitar Muqorrobin, serta Ketua PCNU Kota Blitar H Habib Bawafi.
Melalui momentum wisuda ini, para lulusan diharapkan tidak hanya membawa pulang gelar sarjana, tetapi juga semangat untuk mengamalkan ilmu, menjaga akhlak, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.