- 17 April 2026
NAHDLIYIN.COM, Mojokerto – Jelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru), Pj Wali Kota Mojokerto M Ali Kuncoro berziarah ke makam anggota Banser Nahdlatul Ulama Riyanto, Kamis (21/12/2023).
Riyanto merupakkan korban ledakan bom saat mengamankan perayaan malam Natal di Gereja Eben Haezar Mojokerto, Jawa Timur (24/12/2000).
Sebagaimana dilansir Harian Kompas (26/12/2000) adalah rangkaian serangan bom yang mengguncang sejumlah kota pada malam Natal 2000. Terdapat tiga gereja di Mojokerto yang diguncang bom pada malam Natal 24 Desember 2000.
Tiga gereja itu adalah Gereja Eben Haezar di Jalan Kartini, Gereja Pantekosta Allah Baik di Jalan HOS Cokroaminoto, dan Gereja Santo Yosef di Jalan Pemuda. Ledakan di ketiga gereja tersebut terjadi pada saat yang hampir bersamaan, yaitu antara pukul 20.30 dan pukul 20.45 WIB. Di Gereja Eben Haezar, ledakan terjadi sebanyak dua kali.
Riyanto, yang saat itu berusia 25 tahun, bertugas untuk menjaga Gereja Eben Haezar saat malam Natal.
Ali Kuncoro mengatakan bahwa ziarah kali ini merupakan bentuk penghormatan kepada sosok Riyanto yang telah memberikan cerminan tentang tingginya heroisme dan toleransi antarumat beragama.
“Kita semua tentang pentingnya menumbuhkan rasa kemanusiaan yang tinggi, solidaritas dan toleransi diantara umat beragama seperti apa yang dilakukan oleh almarhum Riyanto,” kata Ali.
Sehingga karena keberaniannya itu, Riyanto digelari pahlawan kemanusiaan. Menurut Ali, ketangguhan sosok Riyanto didasari kuatnya sikap toleransi tanpa memandang perbedaan.
“Semangat yang dibawa Riyanto inilah yang harus terus kita gelorakan di masa saat ini, demi mewujudkan Mojokerto yang guyup rukun dan damai,” tegasnya.
Sebelum ziarah ke makam Riyanto, Mas Pj Wali bersama jajaran Forkopimda Kota Mojokerto melaksanakan Apel Operasi Lilin Semeru 2023 di Lapangan Patih Gajah Mada, Polres Kota Mojokerto. Hadir dalam kegiatan itu, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S. Marunduri S.I.K M.H., dengan didampingi Kasdim Mayor G.N. Putu Ardana, dikatakan Ali merupakan bentuk
“Tadi pagi kami bersama forkopimda sudah menggelar apel. Selain memastikan semua elemen Kota Mojokerto siap untuk menyambut perayaan natal dan tahun baru,
Ali menegaskan bahwa Pemkot Mojokerto akan berupaya maksimal dalam mewujudkan perayaan nataru yang aman damai dan kondusif. Tak kurang ada sekitar 200 personel gabungan yang dilibatkan untuk mengamankan Kota Mojokerto.
“Kita berdoa, upayakan dan pastikan bahwa kejadian seperti tahun 2000 tidak terjadi lagi di Kota Mojokerto,” tutur Ali. “Kita akan rayakan nataru 2023-2024 dengan penuh kekhidmatan dan kegembirakan,” pungkasnya.
Selain itu, dalam sehari ini, Mas Pj Wali juga melakukan serangkaian safari. Seperti silaturahmi dengan Ketua PCNU Kota Mojokerto. Silaturahmi yang erat dilakukan Ali untuk membangun persamaan persepsi persamaan pemahaman demi pembangunan Kota Mojokerto ke depan.