- 12 Maret 2026
NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Dukungan Nahdlatul Ulama (NU) terhadap perjuangan rakyat Palestina kembali mendapat pengakuan dunia internasional. Hal itu terlihat saat delegasi Palestina yang dipimpin tokoh senior, Dr. Mustafa Barghouti, menyambangi Kantor PBNU di Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2025).
Pertemuan di lantai 3 Gedung PBNU itu berlangsung hangat dan sarat pesan strategis. Barghouti secara gamblang meminta PBNU berkomitmen dalam tiga hal penting: menolak normalisasi dengan Israel, menolak relokasi warga Gaza, serta memperkuat dukungan spiritual dan semi-diplomatis bagi Palestina.
“Dokter Barghouti menceritakan keadaan terakhir di Palestina yang sangat menyedihkan,” ungkap Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla. Menurutnya, Barghouti menekankan tiga kejahatan perang Israel: genosida, hukuman kolektif termasuk kelaparan, serta penghapusan etnis.
Gus Ulil menegaskan, sikap PBNU sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia. “Sampai sekarang kita tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Saya kira sampai kapan pun itu tidak akan terjadi sebelum ada negara Palestina yang merdeka dan berdaulat,” ujarnya.
Mengenai rencana relokasi warga Gaza, Gus Ulil menolak tegas. Ia menyebut kebijakan itu sebagai bentuk ethnic cleansing. “Karena begitu warga Gaza dibawa keluar, tidak akan mungkin diizinkan kembali ke tanahnya oleh Pemerintah Israel,” tegasnya.
Lebih jauh, PBNU terus menggalang dukungan moral bagi Palestina. Mulai dari doa bersama, anjuran qunut nazilah, hingga langkah-langkah semi-diplomatis yang digerakkan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di forum internasional. “NU bukan aktor politik dalam isu Palestina, tapi NU berusaha mencari solusi-solusi yang mungkin,” tambah Gus Ulil.
Sementara itu, Dr. Barghouti menyampaikan terima kasih mendalam kepada rakyat Indonesia. “Tujuan utama kami adalah berterima kasih kepada orang-orang Indonesia karena selalu mendukung Palestina,” katanya. Ia menegaskan Palestina menolak pemindahan rakyatnya ke negara lain, termasuk Indonesia. “Itu adalah skenario Israel untuk mengulang tragedi Nakba 1948,” imbuhnya.
Meski kondisi di tanah kelahirannya kian buruk, Barghouti tetap optimistis. “Kami yakin akan berhasil dan menjadikan Palestina sebagai negara merdeka,” pungkasnya.
Dalam pertemuan tersebut, hadir pula dua delegasi Palestina lainnya, Ahed Abu Alatta dan Adnan Hamidan, serta Ketua PBNU Ahmad Suaedy.