Kamis, 30 April 2026 20:14 WIB

Delegasi Muslim Muda Australia-Indonesia Kagum dengan Kiprah NU


  • Kamis, 18 September 2025 14:37 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Nahdlatul Ulama (NU) kembali menjadi magnet bagi komunitas muslim internasional. Hal itu tampak ketika delegasi Australia Indonesia Muslim Exchange Program (AIMEP) 2025 berkunjung ke Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta Pusat, Rabu (17/9/2025).

Rombongan yang terdiri dari 19 delegasi—tujuh di antaranya muslim asal Australia dan 12 lainnya dari berbagai daerah di Indonesia—disambut hangat oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Safira Machrusah serta Pengurus BPJI PBNU Abu Bakar Shiddiq.

Co-Founder Mosaic Connections AIMEP, Rowan Gould, menegaskan bahwa kunjungan ke PBNU sudah menjadi agenda rutin setiap tahun. “Indonesia memiliki lanskap komunitas muslim yang sangat beragam. NU adalah salah satu organisasi Islam terbesar di dunia, sehingga penting bagi delegasi untuk melihat langsung peran civil society di Indonesia maupun Australia,” ujarnya.

Dalam forum diskusi, Safira Machrusah atau yang akrab disapa Rosa, menjelaskan misi besar NU di era kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Menurutnya, NU berkomitmen menghadirkan agama sebagai solusi atas konflik global melalui berbagai inisiatif, seperti Religion of Twenty (R20), International Summit of Religious Authorities (ISORA), hingga Konferensi Internasional Humanitarian Islam.

“NU ingin menghadirkan agama sebagai resolusi bagi tantangan dunia, baik dalam skala nasional, regional, maupun internasional,” tegas Rosa.

Penjelasan itu memantik rasa penasaran delegasi. Mereka kagum mengetahui NU adalah organisasi Islam terbesar di dunia dengan jamaah lebih dari 160 juta orang.

Salah satu delegasi asal Melbourne, Alaa Karrar, mengaku terinspirasi dengan perjalanan panjang NU.
“Saya kagum, NU berdiri sejak 1926 dan masih terus berkembang. Itu sangat menginspirasi. Sebagai muslim minoritas di Australia, kesempatan berada di negara muslim terbesar ini luar biasa indah—mendengar adzan, melihat orang shalat bersama, itu pengalaman yang menggetarkan hati,” ungkapnya.

Kekaguman juga datang dari Samintang, aktivis lingkungan asal Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Ia menilai NU sangat progresif dalam merespons isu perubahan iklim.
“Penjelasan Ibu Rosa mengesankan, ternyata NU sudah punya pusat yang fokus pada isu iklim dan kebencanaan. Ini langkah yang sangat visioner,” ujarnya.

Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan ruang perjumpaan lintas bangsa yang memperkaya wawasan generasi muda muslim. NU pun kembali membuktikan diri sebagai organisasi Islam yang tidak hanya membumi di Indonesia, tetapi juga berpengaruh di mata dunia.



ARTIKEL TERKAIT