Rabu, 29 April 2026 19:02 WIB

Ketum PBNU Bakal Libatkan Masyayikh dalam Rapat Pleno Penentuan Munas-Konbes dan Muktamar ke-35 NU


  • Rabu, 29 April 2026 12:06 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) rencananya bakal melibatkan masyayikh atau kiai-kiai sepuh dalam rapat pleno penentuan Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU untuk menetukan waktu dan tempat Muktamar ke-35. 

Hal itu disampaikan Gus Yahya saat menerima kunjungan 23 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia di Lantai 3 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/4/2026).

"Satu hal bagian fundamental dari NU ini yaitu peran dari masyayikh, yaitu peran dengan kiai sepuh," katanya. 

"Itu sebabnya sejak awal Ramadhan yang lalu saya sudah mohon diselenggarakan pleno, karena pleno adalah forum untuk menghadirkan para masyayikh sepuh sebagai mustasyar-mustasyar. Mudah-mudahan kita segerakan rapat pleno itu dan bisa segera ditetapkan target untuk munas-konbes dan muktamar," tambahnya. 

Lebih lanjut, Gus Yahya juga menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap ketua-ketua PWNU se-Indonesia yang telah hadir dan menjadi simbol kepedulian terhadap NU.

"Seluruh PWNU yang hadir pada hari ini karena telah mengekspresikan kepeduliannya dan melakukan pertemuan-pertemuan atas inisiatif ketua PW seperti ini. Ini luar biasa," katanya. 
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni menegaskan, pertemuan tersebut mengharapkan muktamar dapat diselenggarakan secara baik, sampai rangkaian agenda wajib sebelumnya. 

"Untuk melaksanakan konbes ini, diharapkan dapat disegerakan rapat pleno untuk memutuskan apa saja agenda-agenda di konbes dan kapan serta di mana akan dilaksanakan muktamar," katanya.

Amin Said menyampaikan bahwa pertemuan antara PBNU dan PWNU menghasilkan saling pengertian antara kedua pihak. Ia menjelaskan, selama ini PWNU banyak memperoleh informasi hanya melalui media atau jalur tidak langsung, sehingga forum tersebut menjadi penting untuk klarifikasi dan penyamaan persepsi.



ARTIKEL TERKAIT