Kamis, 15 Januari 2026 20:57 WIB

Penanaman Pohon Produktif, NU Care-LAZISNU Dorong Pesantren Peduli Lingkungan


  • Jum'at, 14 November 2025 20:27 WIB

NAHDLIYIN.COM, Cirebon – Dalam rangka memperingati Hari Santri 2025, NU Care-LAZISNU bekerja sama dengan Tokio Marine Life menyalurkan dan menanam 100 pohon produktif di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy, Babakan, Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (13/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata merawat bumi melalui program NU Care Hijau, yang berfokus pada isu lingkungan, perubahan iklim, dan pelestarian alam.

Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU, Riri Khariroh, menegaskan pentingnya gerakan penghijauan di lingkungan pesantren.
“Melalui peringatan Hari Santri ini, kami ingin pesantren semakin ramah lingkungan. Bumi semakin panas, sehingga kita harus memperbanyak penanaman pohon. Ini bukan hanya untuk kenyamanan dan kerimbunan, tetapi juga amal jariyah,” ujarnya.

Menurut Riri, pohon yang ditanam meliputi rambutan, matoa, nangka, sirsak, dan sawo. Program penanaman ini dilakukan di wilayah Cirebon hingga Kepulauan Riau. “Walaupun yang hadir hari ini mungkin belum menikmati buahnya, Insyaallah kelak para santri yang akan menikmati. Itulah amal jariyah,” tambahnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy, Nyai Hj Masriyah Amva, menyambut kegiatan ini dengan penuh syukur. Ia mengenang perjalanan pesantren yang dahulu berawal dari bangunan bambu.
“Saya bahagia dan berterima kasih kepada NU Care-LAZISNU. Saya berharap pesantren lain juga rajin menanam pohon. Dengan banyak pohon, kita mendapat oksigen, keindahan, dan buah-buahannya,” ujarnya.

Nyai Masriyah menambahkan bahwa ia telah mengampanyekan pentingnya penghijauan selama tiga dekade kepada para santri.
“Menanam pohon itu sedekah oksigen, sedekah keindahan, dan sedekah buah yang tidak pernah terputus,” tegasnya.

Ketua LAZISNU PCNU Kabupaten Cirebon, Faiz Ade Faizal Alam, menjelaskan bahwa program penanaman akan dilanjutkan di dua pesantren lain: Pondok Buntet Pesantren dan Pondok Pesantren Gedongan, masing-masing sebanyak 50 bibit pohon.
“Untuk Kebon Jambu kita siapkan lahan bagi 100 pohon, dan 100 pohon lagi disalurkan untuk dua pesantren lainnya,” ungkapnya.

Salah satu santri kelas 11, Achmad Taufik Hidayat (16), menyatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan rutinitas menjaga kebersihan di pesantren.
“Setiap Jumat pagi kami roan (bersih-bersih). Penanaman pohon membuat pesantren makin adem dan asri. Kalau nanti berbuah, kami juga bisa ikut menikmati. Jadi semangat belajar pun bertambah,” katanya.

Kegiatan penanaman pohon produktif ini tidak hanya menjadi simbol Hari Santri, tetapi juga investasi ekologis bagi generasi pesantren di masa depan.
 



ARTIKEL TERKAIT