Rabu, 25 Februari 2026 20:52 WIB

Harlah ke-72, Ketua IPNU Jatim Tekankan Tiga Kesadaran Perjuangan


  • Rabu, 25 Februari 2026 16:23 WIB

NAHDLIYIN.COM, Pasuruan – Pada momentum Hari Lahir (Harlah) ke-72 IPNU, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur, M Rafli Rifki Reza berangggapan bahwa, kader IPNU harus membangun tiga kesadaran. Pertama kesadaran ideologis, kedua kesadaran substansial, dan ketiga kesadaran strategi.

"Pertama kesadaran ideologi yakni komitmen untuk senantiasa memegang teguh paham Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) sebagai metodologi berpikir dalam setiap langkah perjuangan organisasi," ujarnya, Selasa (24/02/2026).

Kedua, kesadaran substansial. Pada hakikatnya merupakan organisasi pendidikan yang memiliki tanggung jawab melahirkan generasi intelektual-religius, yakni pelajar yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan akhlak.

"IPNU merupakan organisasi pelajar yang mengedepankan intelektual dan akhlak," terangnya.

Ketiga, kesadaran strategis, yaitu kemampuan IPNU untuk hadir, terlibat, serta memberikan manfaat nyata dalam setiap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

"IPNU harus berperan dan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya khususnya, sehingga keberadaan kita di akui," ungkapnya.

Alumni Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tersebut menjelaskan bahwa, kehadiran IPNU bertujuan mengorganisir pelajar NU agar nilai-nilai Aswaja tidak berhenti sebagai ideologi semata, melainkan menjadi energi gerakan yang mampu melahirkan generasi muda yang bermanfaat, selamat, sekaligus menyelamatkan lingkungan sekitarnya. "Mari bersama sama melakukan refleksi dan koreksi diri demi menjaga arah perjuangan organisasi tetap sejalan dengan amanat para pendiri," imbuhnya.

Ia juga mengingatkan bahwa, hilangnya rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial merupakan gejala awal dari berbagai kerusakan yang terjadi di tengah masyarakat.

"Kader IPNU harus terus menumbuhkan sensitivitas sosial sebagai bagian dari tanggung jawab moral organisasi pelajar," paparnya. Pengurus LBHNU Jawa Timur tersebut menilai IPNU sebagai ruang kaderisasi yang kaya akan dinamika. Dalam organisasi ini, kader ditempa intelektualnya melalui tradisi keilmuan yang terus berkembang, dikuatkan mentalitasnya melalui proses organisasi yang mendewasakan, serta dibangun jiwa dan spiritualitasnya, sehingga memiliki kepekaan, ketajaman, dan intuisi sosial yang kuat.



ARTIKEL TERKAIT