- 14 April 2026
NAHDLIYIN.COM, Surabaya – Pendakwah muda Agus Muhammad Iqdam Kholid menegaskan pentingnya keseimbangan antara ketakwaan, penguasaan teknologi, dan sikap tawakal dalam kehidupan.
Hal ini disampaikannya dalam acara Al-Yasmin Bershalawat dan Peluncuran Talenta Santri Digital di Pondok Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, Surabaya, Ahad (5/4/2026) malam.
Menurut Gus Iqdam, santri masa kini tidak cukup hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga harus melek teknologi dan media sosial. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan mampu menyebarkan nilai-nilai kebaikan secara lebih luas dan efektif di era digital.
“Santri harus paham teknologi agar bisa mensyiarkan kebaikan, tetapi tetap harus diiringi iman dan takwa,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa ikhtiar dan kemampuan saja belum cukup tanpa disertai tawakal kepada Allah SWT. Ia mengibaratkan tawakal sebagai arah yang menuntun perjalanan hidup setelah usaha dilakukan secara maksimal.
Gus Iqdam juga menekankan bahwa santri tidak boleh tertinggal oleh perkembangan zaman. Justru, mereka harus hadir sebagai pelopor dakwah digital yang tetap menjunjung tinggi adab dan etika, sehingga Islam dapat tersebar sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Ia pun mengapresiasi kreativitas santri Al-Yasmin yang telah memanfaatkan teknologi, mulai dari inovasi digital hingga pertunjukan modern seperti drone dalam kegiatan pesantren.
Di akhir tausiyahnya, Gus Iqdam mengingatkan agar tidak berlebihan dalam ambisi. Baginya, kesungguhan harus diiringi dengan kepasrahan kepada Allah, karena setiap usaha yang dilandasi tawakal akan berbuah kebaikan dan ridha-Nya.