Kamis, 21 Mei 2026 23:27 WIB

Kiai Afifuddin Muhajir Ajak PBNU Akhiri Masa Khidmah dengan Husnul Khatimah


  • Kamis, 21 Mei 2026 18:57 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Afifuddin Muhajir mengajak seluruh jajaran pengurus pusat NU untuk menutup masa kepengurusan dengan semangat husnul khatimah atau akhir yang baik.

Pesan tersebut disampaikan Kiai Afif saat memberikan arahan dalam Rapat Pleno PBNU di Lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

“Kepengurusan PBNU yang sekarang ini husnul khatimah, karena husnul khatimah itu bisa melunturkan gonjang-ganjing yang ada sebelumnya,” ujar Kiai Afif.

Menurutnya, akhir masa kepengurusan bukan sekadar pergantian struktur organisasi, melainkan momentum penting untuk meninggalkan warisan terbaik bagi Nahdlatul Ulama dan generasi penerusnya.

“Kita sekarang sudah berada di ujung, mungkin sebentar lagi. Dalam periode yang akan datang, mungkin kita tidak akan lagi menjadi pengurus PBNU. Akan tetapi yang penting adalah husnul khatimah,” katanya.

Kiai Afif mengajak seluruh pengurus melakukan refleksi mengenai apa yang akan diwariskan kepada Nahdliyin di masa depan. Ia menegaskan, NU tidak cukup hanya menjalankan roda organisasi, tetapi juga harus melahirkan keputusan strategis yang berdampak panjang bagi umat dan bangsa.

“Apa yang akan kita wariskan kepada pengurus PBNU yang akan datang atau kepada Nahdliyin?” ucapnya.

Menurutnya, pelaksanaan Muktamar NU mendatang dapat menjadi salah satu warisan penting apabila mampu menghasilkan keputusan besar dan membawa kemaslahatan bagi organisasi.

“Kalau muktamar yang akan datang kita kerjakan bersama dan melahirkan keputusan, mungkin itu yang akan kita wariskan kepada para penggantinya nanti,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh elemen NU agar mengesampingkan kepentingan pribadi maupun kelompok demi menjaga persatuan dan tujuan bersama organisasi.

“Mudah-mudahan muktamar yang akan datang adalah muktamar yang luar biasa. Perlu kita kesampingkan kepentingan demi tujuan yang sama ini,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Afif turut menyinggung Muktamar Ke-27 NU di Situbondo yang menurutnya menjadi salah satu muktamar paling bersejarah dalam perjalanan NU karena berhasil menyelesaikan konflik internal sekaligus melahirkan keputusan penting tentang hubungan Pancasila dan Islam.

“Muktamar yang akan datang ini memiliki karakter yang sama dengan Muktamar Ke-27 di Situbondo, yang menurut saya bisa disebut sebagai muktamar luar biasa karena menyelesaikan konflik yang terjadi sebelumnya,” katanya.

Ia berharap Muktamar NU ke depan tidak hanya menjadi agenda rutin pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi dan penguatan organisasi.

“Mudah-mudahan muktamar yang akan datang bisa menyelesaikan persoalan ini,” tandas Kiai Afif.



ARTIKEL TERKAIT