Sabtu, 23 Mei 2026 01:00 WIB

Munas-Konbes NU 2026 Digelar di Pesantren, PBNU Siapkan Agenda Strategis Menuju Muktamar


  • Jum'at, 22 Mei 2026 16:50 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi memutuskan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU akan digelar pada 20–21 Juni 2026 di lingkungan pondok pesantren. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Pleno PBNU di Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Sekretaris Jenderal PBNU KH Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, forum pleno telah menyepakati Munas dan Konbes sebagai bagian penting dari rangkaian menuju Muktamar ke-35 NU.

“Alhamdulillah, hari ini Rapat Pleno PBNU memutuskan beberapa hal. Yang pertama, pelaksanaan Munas dan Konbes pada tanggal 20–21 Juni yang akan datang,” ujar Gus Ipul.

Meski waktu pelaksanaan telah dipastikan, lokasi penyelenggaraan masih menunggu hasil survei tim kecil yang dibentuk PBNU. Sejumlah daerah disebut masuk dalam pembahasan, mulai dari Jawa Timur, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, hingga Jakarta.

Gus Ipul mengungkapkan salah satu usulan yang mengemuka adalah pelaksanaan Munas-Konbes di Pondok Pesantren Ploso, Jawa Timur. Sementara pembukaan kegiatan diusulkan berlangsung di Bangkalan, Madura, di kawasan pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan.

“Tadi saya mengusulkan, ini belum menjadi keputusan, agar Munas-Konbes dilaksanakan di Pondok Pesantren Ploso. Sedangkan pembukaannya bisa di Bangkalan, tempatnya Syaikhona Kholil,” katanya.

Menurutnya, pelaksanaan Munas dan Konbes di pesantren memiliki makna simbolik dan historis yang kuat. NU, kata dia, lahir dari pesantren dan dibesarkan oleh para kiai serta tradisi keilmuan pesantren.

Katib Aam PBNU KH Said Asrori menegaskan, forum pleno memang menghendaki Munas dan Konbes kembali dilaksanakan di lingkungan pesantren sebagai bagian dari penguatan identitas organisasi.

“NU lahir dari pondok pesantren, dan yang membesarkan adalah para kiai serta pengasuh pesantren. Warga NU tidak boleh lepas dari pesantren,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pentingnya mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pesantren di tengah berbagai tantangan dan sorotan yang belakangan muncul.

Selain membahas lokasi dan waktu pelaksanaan, Rapat Pleno PBNU juga menekankan percepatan penyusunan materi Munas dan Konbes yang nantinya akan menjadi bahan penting menuju Muktamar NU.

Beberapa agenda strategis yang akan dibahas antara lain rancangan peraturan perkumpulan, tata kelola badan usaha milik NU, tata kelola keuangan, hingga penguatan sistem digitalisasi organisasi melalui program Digdaya.

“Ini adalah masa-masa krusial. Banyak hal yang perlu diperbaiki dan dijadikan pelajaran untuk dituangkan dalam peraturan-peraturan perkumpulan,” jelas Gus Ipul.

Wakil Ketua Umum PBNU H Amin Said Husni turut mengusulkan agar Munas dan Konbes menjadi forum konsolidasi gagasan besar demi menghasilkan Muktamar yang berkualitas dan substantif.

Ia menilai forum tersebut harus dimanfaatkan untuk membahas sinkronisasi anggaran rumah tangga organisasi, amandemen aturan, hingga penguatan tata kelola digital PBNU.

Dengan digelarnya Munas dan Konbes di pesantren, PBNU berharap agenda besar Nahdlatul Ulama ke depan tetap berpijak pada ruh pesantren, tradisi keilmuan ulama, serta semangat khidmah kepada umat dan bangsa.
 



ARTIKEL TERKAIT