Jum'at, 03 April 2026 12:56 WIB

Napak Tilas Isyarat Pendirian NU, Dzurriyah Muassis Kirab Tongkat dan Tasbih dari Bangkalan ke Tebuireng


  • Sabtu, 03 Januari 2026 16:37 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jombang – Komite Dzurriyah Muassis Nahdlatul Ulama (NU) menggelar Napak Tilas Isyarat Pendirian NU pada Ahad (4/1/2026). Kegiatan ini melibatkan tiga dzurriyah utama muassis NU, yakni dzurriyah Syaikhona Kholil Bangkalan Madura, dzurriyah KH As’ad Syamsul Arifin Situbondo, dan dzurriyah Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang.

Napak tilas dimulai dari Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan menuju Pesantren Tebuireng Jombang. Rangkaian ini merepresentasikan perjalanan bersejarah KH As’ad Syamsul Arifin yang membawa isyarat pendirian NU dari Syaikhona Kholil berupa tongkat dan tasbih untuk disampaikan kepada Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari.

Perwakilan dzurriyah Hadratussyekh, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati satu abad Nahdlatul Ulama versi Masehi (1926–2026), sekaligus meneladani perjuangan, keteladanan, dan semangat juang para muassis NU. Menurutnya, napak tilas ini bukan sekadar seremoni, melainkan ikhtiar merawat ingatan sejarah dan nilai-nilai perjuangan ulama pendiri NU.

Dalam kegiatan ini, replika tongkat dan tasbih yang menjadi simbol isyarat restu pendirian NU dari Syaikhona Kholil Bangkalan akan dibawa sepanjang perjalanan hingga Jombang. Setibanya di Jombang, tongkat dan tasbih tersebut akan dikirab dari Alun-alun Jombang menuju Pesantren Tebuireng bersama ribuan warga Nahdliyin.

“Inilah replika tongkat Hadratussyekh yang akan dikirab dalam rangka napak tilas tongkat dan tasbih isyarat pendirian Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Insyaallah kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 4 Januari 2026,” ujar Gus Fahmi dalam keterangan yang diterima, Kamis (1/1/2026).

Sebelum kirab dimulai, para peserta akan berkumpul di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang atau Pendopo Kabupaten Jombang. Dari titik tersebut, rombongan berjalan kaki menuju Pesantren Tebuireng dengan jarak tempuh sekitar enam kilometer sambil membawa tongkat dan tasbih. Sepanjang perjalanan, peserta secara bersama-sama melantunkan dzikir Asma’ul Husna Ya Jabbar dan Ya Qahhar, kalimat thayyibah, serta Shalawat Badar yang dipandu oleh koordinator dzikir.

Gus Fahmi yang juga Ketua PCNU Jombang mengajak seluruh warga NU untuk turut berpartisipasi dan menyemarakkan napak tilas tersebut. Ia berharap keberkahan dan spirit perjuangan para masyayikh dan ulama senantiasa mengalir kepada seluruh warga Nahdliyin.

“Ayo kita ramaikan dan semarakkan acara napak tilas ini. Semoga kita semua mendapat berkah dari para masyayikh dan ulama,” pungkasnya.

Untuk mendukung kelancaran dan keselamatan peserta, panitia menyiapkan dua posko kesehatan. Posko pertama berada di depan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang, sementara posko kedua terletak di depan Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Diwek.



ARTIKEL TERKAIT