Jum'at, 03 April 2026 05:25 WIB

Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU, Seribu Jamaah Longmarch dari Bangkalan ke Tebuireng


  • Minggu, 04 Januari 2026 10:04 WIB

NAHDLIYIN.COM, Bangkalan – Napak Tilas Isyaroh Pendirian Nahdlatul Ulama (NU) digelar khidmat dengan konsep longmarch atau berjalan kaki dari Kabupaten Bangkalan, Madura, hingga Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Ahad (4/1/2025). Kegiatan bersejarah ini diikuti sekitar 1.000 jamaah dari berbagai kalangan.

Napak tilas ini menjadi ikhtiar kolektif untuk mengenang sekaligus meneguhkan kembali jejak lahirnya Jam’iyah Nahdlatul Ulama yang hingga kini berperan besar sebagai pemersatu bangsa.

Salah satu peserta, Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur Abdul Halim, menyampaikan bahwa dirinya turut berjalan bersama ribuan jamaah sebagai bentuk khidmah terhadap sejarah NU. Menurutnya, napak tilas ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual dan peradaban.

“Di sini kita belajar sejarah peradaban ulama dan meneguhkan kembali pendirian jam’iyah NU yang sejak awal membawa manfaat besar sebagai perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Abdul Halim.

Alumni Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) tersebut menjelaskan bahwa rute longmarch dimulai dari Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan menuju Pelabuhan Kamal. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Surabaya untuk berziarah ke Makam Sunan Ampel, dilanjutkan ke kantor PCNU pertama di Surabaya, Stasiun Gubeng, hingga akhirnya menuju Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, sebagai titik akhir perjalanan.

Sementara itu, cicit Syaikhona Kholil Bangkalan, KH Imam Buchori, menjelaskan bahwa jumlah peserta sengaja dibatasi hanya 1.000 orang demi menjaga ketertiban dan kelancaran kegiatan.

“Kami batasi seribu peserta agar kegiatan tetap terkontrol. Jika tidak dibatasi, jumlahnya bisa jauh lebih banyak dari berbagai daerah,” ujarnya.

Kegiatan napak tilas ini juga diikuti keluarga besar Bani Kholil serta sejumlah tokoh dan pejabat. Di antaranya Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Bupati Situbondo Yusuf Rio Prayogo, Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Wakil Bupati Bangkalan Moh Fauzan Ja’far, serta Ketua Komisi D DPRD Jatim Abdul Halim.

Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU ini menjadi penanda penting bahwa sejarah lahirnya NU tidak hanya dikenang, tetapi dihidupkan kembali melalui khidmah, keteladanan, dan semangat persatuan yang diwariskan para ulama pendiri.



ARTIKEL TERKAIT