- 06 Januari 2026
NAHDLIYIN.COM, Bangkalan – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan bahwa kegiatan Napak Tilas Isyaroh Pendirian Nahdlatul Ulama bukan sekadar perjalanan sejarah, melainkan ikhtiar spiritual untuk mengaktifkan kembali sanad perjuangan para pendiri NU.
Menurut Gus Yahya, napak tilas yang menempuh lintasan Bangkalan–Jombang merupakan bentuk aktivasi sanad Syaikhona Kholil Bangkalan dan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, sekaligus upaya menjaga latitude peradaban NU sejak titik nol berdirinya jam’iyah.
“Hadratussyekh mewariskan NU nyaris tanpa definisi formal. Namun balutannya begitu terasa. Barangkali karena NU memang ikatan yang azali,” ujar Gus Yahya.
Ia menilai perjalanan yang dahulu ditempuh Kiai As’ad Syamsul Arifin kini menjadi wasilah tabarruk atas khidmah besar para muassis NU. Lintasan Bangkalan menuju Tebuireng disebutnya sebagai jalur historis yang membuhul pesan suci untuk menyatukan para ulama dalam satu wadah perjuangan, yakni Jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Gus Yahya juga menyampaikan apresiasi kepada para dzuriyah muassis NU yang telah menginisiasi kegiatan napak tilas tersebut sebagai bentuk khidmah merawat warisan perjuangan ulama.
“Terima kasih kepada para dzuriyah muassis atas inisiatif khidmah ini,” ucapnya.
Ia berharap seluruh khudama’, kader, dan warga NU senantiasa diberi kekuatan untuk menjaga dan merawat mandat peradaban yang diwariskan para pendiri NU, demi kemaslahatan bangsa, negara, dan kemanusiaan.
“Semoga kita semua mampu merawat amanah besar ini dengan istiqamah,” pungkas Gus Yahya.