- 06 Januari 2026
NAHDLIYIN.COM, Surabaya – Nahdlatul Ulama (NU) akan genap berusia satu abad pada 31 Januari 2026. Menyambut momentum bersejarah tersebut, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyiapkan rangkaian kegiatan kolosal sebagai bagian dari ikhtiar menyongsong abad kedua NU.
Mengusung tema “Memperkokoh Jam’iyyah, Tradisi, Kontribusi, dan Mengembangkan Peradaban”, peringatan Satu Abad NU di Jawa Timur tidak dirancang sebatas seremoni. PWNU Jatim menempatkan momentum ini sebagai ruang refleksi sekaligus proyeksi peran NU dalam menjawab tantangan sosial, ekonomi, kebudayaan, hingga perkembangan teknologi.
Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU PWNU Jawa Timur, Prof. H. Masykuri Bakri, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan akan berlangsung selama satu bulan penuh. Kick off kegiatan diawali dengan Sarasehan Pesantren dan Kebangsaan yang digelar di Universitas Islam Malang (Unisma) pada 7 Januari 2026.
Sarasehan tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama RI, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), serta para pengasuh pesantren besar, di antaranya Pesantren Tebuireng Jombang dan Bayt al-Hikmah Pasuruan. Forum ini menjadi ruang dialog peran pesantren dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus kontribusinya bagi kehidupan kebangsaan.
Agenda selanjutnya adalah Ziarah Muassis yang dilaksanakan pada 24–25 Januari 2026. Kegiatan ini dikemas secara terstruktur dan serentak. Pada hari pertama, seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur melakukan ziarah ke makam tokoh NU di daerah masing-masing. Pada hari kedua, PWNU Jatim memusatkan ziarah ke Jombang untuk menyambangi makam para pendiri NU, seperti KH M. Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, dan KH Romli Tamim.
PWNU Jatim juga memberi ruang pada ekspresi seni dan sejarah melalui pameran seni rupa bertajuk “Mangsa Kalasubo” yang digelar di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Balai Pemuda Surabaya, pada 30 Januari hingga 8 Februari 2026. Pameran ini menampilkan karya para seniman nasional, di antaranya KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Acep Zamzam Noor, dan Nasirun.
Selain itu, panitia menggelar Historical Trips pada 30 Januari 2026 dengan menyusuri jejak lahirnya Nahdlatul Ulama, mulai dari kawasan Kertopaten, Bubutan, hingga Ampel, Surabaya.
“Tepat pada 31 Januari 2026, bertepatan dengan hari lahir NU, kami juga menggelar layanan kesehatan dan pengobatan gratis di seluruh rumah sakit dan klinik NU se-Jawa Timur,” ujar Prof. Masykuri.
Memasuki Februari 2026, rangkaian kegiatan berlanjut di Kampung Cokelat, Blitar. Selama tiga hari, 5–7 Februari 2026, PWNU Jatim menggelar NUConomic sebagai etalase kekuatan ekonomi warga NU, dengan fokus pada penguatan UMKM, hilirisasi pertanian, dan filantropi.
Di lokasi yang sama, PWNU Jatim juga menyasar generasi muda melalui Festival GenZI-NU. Kegiatan ini menggandeng Google Indonesia untuk menggelar Digital dan AI Bootcamp, sekaligus menghadirkan berbagai lomba literasi kitab kuning dan kompetisi berbasis kecerdasan buatan.
Rangkaian kegiatan di Blitar juga diwarnai agenda religius dan kultural, seperti mengaji bersama Gus Iqdam pada 5 Februari, Lailatul Hadrah Ishari pada 6 Februari, serta Konser Amal bersama Alma Esbeye pada 7 Februari 2026.
Sebagai puncak peringatan Satu Abad NU PWNU Jawa Timur, Mujahadah Kubro akan digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 8 Februari 2026. Sekitar 40.000 nahdliyin dari berbagai daerah di Jawa Timur diperkirakan akan hadir.
Mujahadah akan diawali sejak pukul 03.00 WIB dengan Ijazah Kubro dan salat Subuh berjemaah, sebelum ditutup dengan seremoni akbar yang direncanakan dihadiri Presiden Republik Indonesia serta jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Melalui rangkaian kegiatan lintas sektor dan lintas generasi ini, PWNU Jawa Timur menegaskan komitmen Nahdlatul Ulama untuk memasuki abad kedua dengan pijakan tradisi yang kokoh serta orientasi kuat pada pembangunan peradaban.