Rabu, 21 Januari 2026 03:41 WIB

Muslimat NU Jadikan Isra Mi`raj Momentum Penguatan Peran Perempuan dan Perlindungan Keluarga


  • Selasa, 20 Januari 2026 13:51 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menjadikan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai momentum strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat, khususnya dalam upaya perlindungan perempuan dan anak melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan akhlak.

Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NU, Arifatul Choiri Fauzi, menegaskan bahwa Isra Mi’raj tidak semata dipahami sebagai peristiwa historis keagamaan, melainkan mengandung pesan mendalam tentang pentingnya kekuatan spiritual dalam membangun ketahanan keluarga dan membentuk karakter generasi masa depan.

“Isra Mi’raj mengajarkan bahwa spiritualitas adalah fondasi utama kehidupan. Perempuan yang beriman dan berakhlakul karimah memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak dan menentukan arah masa depan bangsa,” ujar Arifatul dalam sambutannya pada peringatan Isra Mi’raj di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (18/1/2026).

Ia menjelaskan, perempuan terutama ibu menempati posisi strategis sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Nilai keagamaan, keteladanan, serta pembiasaan akhlak yang ditanamkan sejak dini akan menjadi bekal penting bagi anak dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks, terutama di era digital.

“Penguatan spiritual di dalam keluarga menjadi benteng utama untuk melindungi perempuan dan anak dari berbagai pengaruh negatif. Ini adalah ikhtiar bersama yang harus terus dijaga,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menekankan bahwa Isra Mi’raj merupakan perjalanan spiritual yang mengajarkan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.

“Setelah mencapai puncak spiritual dalam Mi’raj, Rasulullah kembali ke tengah masyarakat. Ini menegaskan bahwa spiritualitas sejati tercermin dalam akhlak dan pengabdian sosial,” ujar Nasaruddin.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa Muslimat NU secara konsisten menanamkan nilai keimanan, keteladanan, dan kepedulian sosial dalam setiap gerakan organisasi. Menurutnya, Isra Mi’raj menjadi pengingat bahwa esensi kehidupan bukan terletak pada jabatan atau kedudukan, melainkan pada amal perbuatan yang membawa kemanfaatan.

“Yang menemani kita saat menghadap Allah bukan jabatan, melainkan amal. Karena itu, Muslimat NU terus menguatkan peran perempuan agar beriman, berakhlak, dan bermanfaat bagi keluarga serta masyarakat,” pungkas Khofifah.



ARTIKEL TERKAIT