Rabu, 21 Januari 2026 18:23 WIB

Menyambut Bulan Sya`ban dengan Doa: Tiga Permohonan Penting Menuju Ramadhan


  • Rabu, 21 Januari 2026 14:21 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Umat Islam telah memasuki Bulan Sya’ban 1447 H, bulan yang sering disebut sebagai jembatan spiritual menuju Ramadhan. Dalam tradisi keilmuan Islam, Sya’ban bukan sekadar bulan biasa, tetapi momentum untuk memperbanyak doa, memurnikan niat, dan menata ulang hubungan dengan Allah SWT.

Syekh Abdur Rauf Al-Munawi dalam Faidhul Qadir bi Syarhi Jami‘is Shaghir menjelaskan bahwa salah satu amalan utama di bulan Sya’ban adalah memperbanyak doa. Hal ini sebagaimana dikutip NU Online dari tulisan Ustadz Alhafidz Kurniawan, bahwa doa-doa di bulan Sya’ban menjadi bekal ruhani sebelum memasuki Ramadhan yang penuh keberkahan.

Setidaknya, terdapat tiga doa utama yang sangat dianjurkan untuk diperbanyak di bulan ini.

1. Doa Panjang Umur dalam Ketaatan

Doa ini bukan semata meminta usia yang lama, melainkan umur yang diberkahi untuk beribadah, beramal saleh, dan memberi manfaat bagi sesama—terutama agar dipertemukan dengan Ramadhan dalam keadaan terbaik.

Rasulullah ﷺ mencontohkan doa berikut:

اللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikan kami ke bulan Ramadhan.”
(HR. Ahmad)

Doa ini mengajarkan bahwa Ramadhan bukan sekadar ditunggu, tetapi dipersiapkan dengan sungguh-sungguh sejak Sya’ban.

2. Doa Keselamatan dan Ketenangan Iman

Sya’ban juga menjadi waktu yang tepat untuk memohon ketenangan batin, kekhusyukan ibadah, serta perlindungan dari godaan setan. Rasulullah ﷺ mengajarkan doa agar bulan yang kita masuki dipenuhi rasa aman dan keimanan:

اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيْمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ، وَجِوَارٍ مِنَ الشَّيْطَانِ، وَرِضْوَانٍ مِنَ الرَّحْمَنِ

“Ya Allah, masukkanlah kami ke bulan ini dengan rasa aman, iman, keselamatan, dan Islam. Lindungilah kami dari gangguan setan, dan anugerahkan rida-Mu.”
(HR. Al-Baghawi)

Doa ini menegaskan bahwa kualitas ibadah sangat bergantung pada ketenangan jiwa dan kekuatan iman.

3. Doa Taubat dan Pengampunan Dosa

Dalam perspektif tasawuf, taubat adalah pintu utama menuju Allah. Sya’ban dikenal sebagai bulan pengampunan, sehingga memperbanyak istighfar dan doa taubat menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

Salah satu doa taubat yang diajarkan Rasulullah ﷺ adalah:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا…

“Ya Allah, sungguh aku telah banyak menzalimi diriku sendiri. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau. Maka ampunilah aku dan rahmatilah aku. Sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Doa ini mengingatkan bahwa Ramadhan layak disambut dengan hati yang bersih, bukan hanya tubuh yang siap berpuasa.

Doa-doa di bulan Sya’ban dapat dipanjatkan kapan saja, terutama di waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam, setelah shalat fardhu, pagi dan sore hari. Sya’ban adalah ruang persiapan, tempat membersihkan hati, agar Ramadhan tidak sekadar datang—tetapi benar-benar dihidupi.

Karena Ramadhan yang agung, selalu diawali oleh Sya’ban yang sungguh-sungguh.



ARTIKEL TERKAIT