Senin, 26 Januari 2026 11:38 WIB

Fatayat NU Guanyin-Zhongli Jadi Wadah Baru Perempuan Nahdliyin di Taiwan


  • Minggu, 25 Januari 2026 17:52 WIB

NAHDLIYIN.COM, Guanyin – Pimpinan Ranting Fatayat Nahdlatul Ulama (PRFNU) Guanyin–Zhongli resmi terbentuk pada Ahad (18/1/2026). Momentum bersejarah ini ditandai dengan pelaksanaan Rapat Anggota perdana yang sekaligus memilih kepengurusan pertama organisasi perempuan Nahdliyin tersebut.

Ketua Tanfidziyah PCINU Taiwan Ranting Guanyin, Arifin, mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas perjuangan para kader yang gigih mengonsolidasikan Fatayat NU di tengah kesibukan kerja para Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Terima kasih kepada seluruh kader yang telah bergerak menjemput dan merangkul sesama rekan di lapangan. Lahirnya Fatayat NU Guanyin–Zhongli adalah buah dari kesabaran dan ketekunan kita bersama. Semoga Fatayat menjadi rumah yang nyaman tempat perempuan Indonesia tidak hanya bekerja, tetapi juga belajar, berkarya, dan saling menjaga,” ujarnya.

Usai sambutan, anggota Fatayat NU Guanyin–Zhongli bermusyawarah secara demokratis untuk menentukan kepengurusan masa khidmah pertama. Proses ini menjadi ruang pembelajaran organisasi yang berharga bagi para PMI, yang diajak terlibat aktif menentukan arah gerak organisasi di tengah rutinitas kerja industri.

Hasil musyawarah menetapkan Khadijah Safeea sebagai Ketua PR Fatayat NU Guanyin–Zhongli. Momen ini turut disaksikan langsung oleh Ketua PCI Fatayat NU Taiwan, Mukhlisoh, yang menitipkan pesan agar semangat kekeluargaan dan khidmah tetap menjadi ruh utama organisasi.
“Jabatan hanyalah sarana. Tujuan utamanya adalah kemanfaatan bagi sesama. Semoga selalu guyub rukun dan terus menyebar manfaat di bawah bendera Nahdlatul Ulama,” pesannya.

Menatap ke depan, PR Fatayat NU Guanyin–Zhongli berkomitmen segera menjalankan program strategis, mulai dari penguatan amaliah Ahlussunnah wal Jama’ah, edukasi hukum bagi PMI sebagai upaya perlindungan kerja, hingga pelatihan keterampilan praktis untuk bekal kemandirian ekonomi saat kembali ke tanah air.

Di tengah hiruk-pikuk kawasan industri Guanyin dan Zhongli, kehadiran PR Fatayat NU ini menjadi oase—ruang teduh bagi para pejuang devisa perempuan untuk tetap berakar pada nilai keagamaan dan tumbuh dalam kebersamaan. Militansi para kader yang bergerak di sela padatnya jam kerja pabrik menjadi fondasi kuat lahirnya organisasi ini.

Pembentukan PR Fatayat NU Guanyin–Zhongli juga mencerminkan solidnya sinergi antarkomunitas WNI di Taiwan. Apresiasi disampaikan kepada Ketua Takmir Mushala Al-Amin yang selama ini menjadi pendukung utama, menyediakan ruang, sekaligus menguatkan secara moral hingga organisasi ini resmi berdiri.



ARTIKEL TERKAIT