- 22 April 2026
NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Gorontalo menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ yang berlangsung di kantor PWNU Gorontalo pada Ahad (19/4/2025). Kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH. Zulfa Musthofa, serta diikuti jajaran pengurus wilayah dan cabang se-Gorontalo.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rais Syuriyah PWNU Gorontalo Burhanudin Umar, Ketua Tanfidziyah PWNU Gorontalo Ibrahim T Sore, serta perwakilan PCNU dari berbagai daerah di Gorontalo seperti Pohuwato, Boalemo, Bone Bolango, Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, dan Gorontalo Utara. Sejumlah pengurus dari wilayah Sulawesi Utara, seperti Tomohon, Minahasa, dan Bolaang Mongondow Utara, juga turut hadir.
Dalam forum tersebut, Kiai Zulfa menerima pesan kuat dari para pengurus daerah agar PBNU memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan organisasi di wilayah Indonesia Timur.
“Tolong perhatikan PCNU-PCNU di wilayah Timur,” menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan dalam forum tersebut.
Selain itu, para peserta juga menyampaikan sejumlah aspirasi strategis kepada PBNU. Di antaranya, pentingnya memperkuat peran organisasi dalam menyuarakan isu moral dan kesejahteraan guru, serta memberikan masukan kepada pemerintah terkait evaluasi sejumlah program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan koperasi desa agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan dampak negatif di kemudian hari.
Aspirasi lainnya menekankan perlunya peningkatan fokus pada pelayanan (khidmah) di bidang keagamaan, sosial, dan pendidikan. Para pengurus juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi NU dengan tetap berpegang pada Khittah 1926, yakni menjaga jarak yang seimbang dengan pemerintah maupun partai politik tanpa kehilangan kemandirian organisasi.
Di bidang kelembagaan, forum ini juga mendorong kelanjutan program strategis seperti pendirian Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), digitalisasi administrasi melalui program Digdaya, serta pendataan warga NU melalui KARTANU.
Perhatian terhadap penguatan infrastruktur pendidikan di wilayah Indonesia Timur juga menjadi sorotan, khususnya dalam pengembangan lembaga pendidikan Ma’arif NU mulai dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga Aliyah.
Tak kalah penting, peserta berharap PBNU dapat lebih intens turun ke daerah (turba), tidak hanya dalam momentum seremonial seperti konferensi wilayah atau pelantikan, tetapi juga untuk kegiatan dakwah dan monitoring aset organisasi.
Selain itu, usulan pengiriman tenaga pendidik bantu bagi pesantren rintisan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia kader NU, serta penyediaan beasiswa bagi kader di wilayah Indonesia Timur dan luar Jawa turut menjadi bagian dari rekomendasi yang disampaikan.
Kegiatan Lailatul Ijtima’ ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus penyampaian aspirasi dari daerah kepada pusat, guna memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam menjawab tantangan kebangsaan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.