Rabu, 13 Mei 2026 18:11 WIB

Jelang Muktamar NU Ke-35, KH Ubab Maimoen Minta Kandidat Ketum PBNU Jaga Etika dan Tak Saling Serang


  • Senin, 11 Mei 2026 15:39 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar 2 Sarang, Rembang, Jawa Tengah, KH Abdullah Ubab Maimoen mengingatkan para kader NU yang maju atau dicalonkan sebagai Ketua Umum PBNU agar tetap menjaga etika dan tradisi pesantren dalam proses kontestasi.

Kiai yang akrab disapa Gus Ubab itu menegaskan bahwa para calon hendaknya tidak saling menyerang maupun menjatuhkan satu sama lain demi meraih dukungan muktamirin.

“Jangan sampai saling menjelek-jelekkan antarcalon. Bahkan jangan banding-bandingkan secara negatif seperti pemilihan pejabat hingga pertengkaran terbawa sampai setelah pemilihan,” ujar Gus Ubab, Senin (11/5/2026).

Menurut Mustasyar PBNU tersebut, para kandidat Ketua Umum PBNU seharusnya membangun kepercayaan warga Nahdliyin dengan cara-cara santun, berakhlak, dan menjunjung tinggi adab pesantren.

Ia berharap proses pemilihan pimpinan NU dalam muktamar berjalan baik, bersih, dan benar-benar mendapat kepercayaan dari seluruh peserta muktamar.

“Yang penting bagaimana mendapatkan kepercayaan muktamirin dengan baik dan bisa diterima semua pihak,” katanya.

Gus Ubab juga berharap Muktamar NU dapat melahirkan kepemimpinan yang teduh dan membawa kemaslahatan bagi jam’iyyah, sebagaimana proses terpilihnya KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada masa lalu.

Ia menilai Gus Dur menjadi contoh bagaimana proses kepemimpinan di NU berjalan dengan elegan, baik saat memimpin maupun ketika mengakhiri masa jabatan.

“Saya ingin prosesnya mulus, menjadi Ketua Umum PBNU dengan jalan mulus, purna pun juga berakhir mulus. Seperti Gus Dur saat menjadi maupun berakhir dengan mulus,” ungkapnya.

Muktamar ke-35 NU sendiri dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang. Sejumlah nama mulai disebut dalam bursa calon Ketua Umum PBNU, sementara dinamika internal NU terus menghangat menjelang forum tertinggi organisasi tersebut.



ARTIKEL TERKAIT