Rabu, 08 Juli 2026 01:03 WIB

Pesan Spiritual Rais Aam PBNU kepada Pengurus 25 Hari Jelang Muktamar Ke-35 NU


  • Selasa, 07 Juli 2026 17:15 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, mengajak seluruh jajaran pengurus PBNU masa khidmah 2021–2026 untuk tetap menjaga keikhlasan dan niat dalam mengabdi kepada Nahdlatul Ulama hingga akhir masa kepengurusan.

Pesan tersebut disampaikan Kiai Miftach saat membuka Rapat Gabungan Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU di Lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026). Menurutnya, masa khidmah kepengurusan PBNU tinggal menghitung hari sehingga seluruh pengurus perlu menutup pengabdian dengan sebaik-baiknya.

"Alhamdulillah, nyawa kita kurang 25 hari lagi sudah ada di tenggorokan. Kita masuk sebagai pengurus NU dengan baik-baik, berniat (nawaitu) untuk khidmah di NU. Tentu kewajiban kita adalah mempertahankan niat yang baik ini," ujar Kiai Miftach.

Ia berharap seluruh pengurus mampu mengakhiri masa pengabdian dengan tetap istiqamah dalam berkhidmah sehingga memperoleh husnul khatimah.

"Tinggal beberapa hari lagi, semoga kita bisa bertahan dan memperoleh husnul khatimah," lanjutnya.

Selain memberikan pesan spiritual kepada para pengurus, Kiai Miftach menjelaskan bahwa rapat gabungan tersebut juga membahas agenda strategis menjelang Muktamar ke-35 NU, yakni mendengarkan laporan Tim Survei Lokasi Muktamar yang telah melakukan peninjauan ke sejumlah pesantren calon tuan rumah.

"Cukup banyak pesantren yang disurvei. Nanti kita dengarkan dan pahami secara saksama, lalu kita rembug bersama dengan niat yang tulus, tanpa kepentingan apa pun," katanya.

Rais Aam PBNU menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengarahkan pilihan kepada lokasi tertentu untuk penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU. Menurutnya, seluruh proses harus mengikuti mekanisme organisasi dan diputuskan melalui musyawarah.

"Selama ini saya juga tidak pernah menyebut tempat. Saya serahkan kepada mekanisme yang ada," tegasnya.

Ia menjelaskan, pada awalnya penentuan lokasi Muktamar diserahkan kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) yang mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU. Namun, karena usulan yang berkembang mengarah pada beberapa pesantren di wilayah yang sama, PBNU kemudian memandang perlu melakukan survei lapangan sebagai dasar pengambilan keputusan.

"Oleh karena itu, sebagaimana penentuan lokasi Munas dan Konbes, kita juga mengirimkan tim survei. Kemarin, untuk Muktamar, tim survei juga telah diterjunkan," ujarnya.

Sebelumnya, Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, telah menetapkan jadwal pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada 1–5 Agustus 2026.

Untuk menentukan lokasi yang paling layak, Wakil Ketua Umum PBNU H Amin Said Husni menugaskan Tim Survei Lokasi Muktamar meninjau sembilan pondok pesantren di lima provinsi, yakni Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Barat, pada 4–5 Juli 2026.

Hasil survei tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam Rapat Gabungan Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU sebelum ditetapkannya lokasi resmi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.



ARTIKEL TERKAIT