Sabtu, 08 Agustus 2026 12:32 WIB

PBNU Tuntaskan SK Kepengurusan Jelang Muktamar Ke-35 NU, Antisipasi Sengketa Kepesertaan


  • Jum'at, 07 Agustus 2026 18:44 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Panitia Pengarah (Steering Committee/SC) Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memastikan seluruh Surat Keputusan (SK) kepengurusan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) akan dituntaskan jauh sebelum pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan keabsahan peserta muktamar sekaligus menutup potensi sengketa administrasi yang kerap muncul menjelang forum permusyawaratan tertinggi NU. Dengan kepesertaan yang telah ditetapkan sejak awal, panitia berharap Muktamar Ke-35 NU dapat berlangsung dengan suasana damai, sejuk, tertib, dan bermartabat.

"Salah satu yang kita antisipasi adalah kepesertaannya. Kita pastikan kepesertaan para peserta muktamar harus selesai jauh sebelum Muktamar," ujar Sekretaris SC Muktamar Ke-35 NU, Prof Mohammad Nuh, di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Menurut mantan Menteri Pendidikan Nasional tersebut, proses penetapan peserta dilakukan secara bertahap agar seluruh data organisasi dapat diverifikasi secara menyeluruh. Setelah Daftar Peserta Sementara (DPS) Tahap I diumumkan, panitia masih membuka ruang penyempurnaan sebelum menetapkan daftar peserta tetap.

"Nanti akan ada Daftar Peserta Sementara versi II, setelah itu kita tetapkan daftar peserta tetap," jelasnya.

Ia menegaskan, mekanisme tersebut disusun untuk menghindari perbedaan persepsi mengenai siapa yang berhak mengikuti Muktamar Ke-35 NU.

"Dengan demikian tidak ada polemik, perbedaan tentang siapa yang ikut Muktamar," katanya.

Sebelumnya, berdasarkan pengumuman resmi tertanggal 1 Agustus 2026, sebanyak 501 struktur kepengurusan NU telah masuk dalam Daftar Peserta Sementara (DPS) Tahap I berdasarkan pemutakhiran data organisasi per 31 Juli 2026.

Dari jumlah tersebut, terdiri atas 31 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), 456 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta 14 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU).

Keputusan mengenai DPS Tahap I ditandatangani oleh jajaran pimpinan PBNU, yakni Rais PBNU Prof Mohammad Nuh, Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, Wakil Ketua Umum PBNU Dr Amin Said Husni, dan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memastikan kesiapan penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU terus dimatangkan. Menurutnya, berbagai infrastruktur utama telah disiapkan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan muktamar.

"Kamar peserta, area parkir, hingga lokasi pameran sudah ditata untuk mendukung penyelenggaraan Muktamar," ujar Gus Yahya.

Muktamar Ke-35 NU akan dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026 dengan mengusung tema "Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa." Selain memilih kepemimpinan baru, forum lima tahunan tersebut juga akan menjadi momentum konsolidasi organisasi dan peneguhan arah khidmat NU memasuki abad keduanya.
 



ARTIKEL TERKAIT