Kamis, 03 September 2026 06:27 WIB

Gus Kikin Targetkan Struktur PBNU Rampung Sebulan, Buka Peluang Dipercepat


  • Rabu, 02 September 2026 17:57 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jombang – Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menargetkan pembentukan struktur kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hasil Muktamar Ke-35 NU rampung paling lambat dalam waktu satu bulan.

Meski demikian, Gus Kikin membuka kemungkinan proses penyusunan kepengurusan tersebut dapat diselesaikan lebih cepat. Menurutnya, satu bulan merupakan batas maksimal yang diberikan kepada tim formatur.

Pimpinan Sidang Pleno V Muktamar Ke-35 NU, Prof Ganefri, menjelaskan bahwa setelah Ketua Umum PBNU ditetapkan, tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan formaturan untuk menyusun struktur kepengurusan PBNU periode mendatang.

Tim formatur mendapat amanah untuk membentuk kepengurusan dalam waktu paling lama satu bulan.

Tim tersebut terdiri atas H Abdul Qahar Yelipele yang mewakili Papua Pegunungan, H Amar Manaf dari Maluku, Prof Mansur Ma’shum mewakili Nusa Tenggara Barat, dan KH Muhammad Wildan Salman dari Kalimantan Selatan.

Selain itu, terdapat KH Abdul Ghaffar Rozin yang mewakili Jawa Tengah, Prof Ganefri mewakili Sumatra, serta tuan rumah Muktamar Ke-35 NU, KH Abdul Matin Djawahir dari Tuban.

Gus Kikin mengatakan batas waktu satu bulan tersebut bukan berarti penyusunan struktur harus menunggu hingga batas akhir. Ia justru berharap proses tersebut dapat dipercepat agar roda organisasi segera berjalan.

“Ya enggak tahu, nanti kita lihat saja. Tapi itu kan target maksimal satu bulan. Itu kan butuh cepat juga, nanti kita lihat saja. Jadi seharusnya bisa dipercepat,” ujar Gus Kikin saat ditemui di Gedung Serba Guna, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026).

Menurut Gus Kikin, pembentukan struktur kepengurusan menjadi pekerjaan awal yang harus segera dituntaskan sebelum PBNU dapat menjalankan berbagai program organisasi.

“Programnya tetap saja satu bulan, itu kita ngisi dulu organisasi. Tanpa itu kita bagaimana mau kerja,” katanya.

Akan Akomodasi Seluruh Potensi NU

Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin juga menegaskan keinginannya untuk mengakomodasi berbagai potensi yang muncul dalam proses Muktamar Ke-35 NU.

Termasuk empat kandidat calon Ketua Umum PBNU lainnya yang masuk dalam tabulasi. Menurut dia, seluruh potensi tersebut merupakan bagian dari kekuatan NU yang perlu dirangkul dan dioptimalkan.

“Tadi bawa jalan-jalan, itu kita akan coba kita wadahi. Karena itu memang potensi-potensi yang ada itu memang harus kita optimalkan,” ujarnya.

Gus Kikin juga membuka ruang sinergi dengan berbagai tokoh dan elemen, termasuk Kiai Ma’ruf Amin serta unsur-unsur politik lainnya.

“Betul, betul. Itu memang NU itu didirikan memang sangat inklusif. Jadi kita kembali lagi di sini,” tuturnya.

Qanun Asasi Jadi Rujukan

Lebih jauh, Gus Kikin menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia, penguatan ekonomi, hingga pengelolaan tanah NU menjadi bagian dari agenda yang akan diperhatikan dalam kepemimpinannya.

Seluruh agenda tersebut, kata dia, akan dikaji dengan merujuk pada Qanun Asasi, pedoman dasar yang menjadi salah satu pijakan penting dalam perjalanan NU.

“Ada di pembangunan SDM, itu ada di buku Qanun Asasi itu. Nah ini nanti kita pertimbangkan semuanya supaya semuanya itu nanti bisa berjalan bagus, jadi SDM-nya bagus, dan kemudian yang lain-lain, ekonomi juga itu kita optimalkan, bagaimana ekonomi kita, tanah juga di NU ini,” katanya.

Gus Kikin menilai Qanun Asasi juga menunjukkan karakter NU sebagai organisasi yang terbuka dan inklusif.

“Jadi buku di situ itu nampak bahwa NU itu di buku itu sangat-sangat inklusif, terbuka. Nah itu nanti ada persyaratannya, bagaimana masuk ke dalam NU, nah di situ itu kita harus bersatu,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan harus menjadi fondasi dalam menjalankan organisasi.

“Kemudian tidak ada kebersamaan, itu inti dari NU,” lanjut Gus Kikin.
 



ARTIKEL TERKAIT