- 07 September 2026
NAHDLIYIN.COM, Jombang – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadzik atau Gus Fahmi, menilai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih masa khidmah 2026–2031, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, sebagai sosok pemimpin yang humble, akrab, dan entengan atau ringan tangan dalam membantu orang lain.
Penilaian tersebut disampaikan Gus Fahmi berdasarkan kedekatannya dengan Gus Kikin yang telah terjalin sejak sekitar satu dekade lalu. Keduanya sama-sama aktif mengabdi di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, ketika Gus Kikin mendampingi almarhum KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) sebagai Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng.
Menurut Gus Fahmi, hubungan yang terbangun selama bertahun-tahun membuat dirinya cukup mengenal karakter Gus Kikin, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika berinteraksi dengan para pengurus dan warga pesantren.
“Beliau ini memang sosok yang akrab dan humble. Jadi, beberapa kali saya dan beliau mungkin sarapan bareng, bicara-bicara tentang pondok, tentang NU, dan orang yang entengan kalau saya melihat beliau itu,” ujar Gus Fahmi, Senin (7/9/2026), sebagaimana diberitakan NU Online Jombang.
Selain dikenal suka membantu, Gus Fahmi juga menilai Gus Kikin memiliki pembawaan yang teduh. Hal tersebut terlihat dari cara Gus Kikin berkomunikasi yang dinilai santun dan tidak meledak-ledak ketika menyampaikan gagasan.
Karakter tersebut, kata Gus Fahmi, menjadi modal penting bagi Gus Kikin dalam memimpin PBNU. Ia berharap gaya kepemimpinan yang tenang dan merangkul dapat membawa suasana baru di tubuh organisasi, terutama setelah dinamika dan kontestasi yang mewarnai Muktamar Ke-35 NU.
“Gaya beliau kalau bicara kan kita sering lihat, beliau kalau berbicara tidak meledak-ledak tapi teduh. Maka kita berharap NU ini, NU yang teduh dan bukan NU yang gaduh,” tuturnya.
Gus Fahmi berharap karakter kepemimpinan Gus Kikin yang teduh tersebut dapat menjadi energi untuk merangkul seluruh elemen Nahdlatul Ulama.
“Nanti kita berharap dengan gaya kepemimpinan yang teduh ini bisa merangkul semua kalangan,” lanjutnya.
Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031 dalam Muktamar Ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.
Memasuki periode kepengurusan baru, Gus Fahmi juga berharap PBNU di bawah kepemimpinan Gus Kikin mampu membangun kepengurusan yang inklusif dan tidak meninggalkan siapa pun.
Menurutnya, semangat merangkul harus diwujudkan dengan melibatkan berbagai unsur dan tokoh NU, termasuk mereka yang sebelumnya menjadi rival Gus Kikin dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum PBNU.
“Kami juga berharap agar kabinet PBNU yang akan datang ini menjadi kabinet yang inklusif. Jadi inklusif itu ya merangkul semua kalangan, termasuk beliau-beliau yang kemarin berkompetisi dengan beliau,” pungkas Gus Fahmi.
Harapan tersebut menjadi pesan penting bagi kepengurusan PBNU 2026–2031: kontestasi telah selesai, saatnya seluruh elemen NU kembali bersama-sama membangun organisasi dengan semangat khidmah, persatuan, dan keteduhan.