- 21 September 2026
NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Jakarta Pusat menggelar latihan perdana di halaman Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Pusat, Jalan Percetakan Negara, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Ahad (20/9/2026) pagi.
Latihan tersebut diikuti puluhan kader, anggota baru, serta santri dari sejumlah majelis taklim dan masjid di wilayah Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi langkah awal pembinaan Pagar Nusa yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan.
Ketua PSNU Pagar Nusa Jakarta Pusat Lutfi Aziz mengatakan, latihan perdana tersebut tidak hanya diarahkan untuk membangun kemampuan fisik dan bela diri, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan jiwa dan karakter.
“Latihan perdana ini bukan sekadar olahraga, tapi ngaji. Ngaji raga dan ngaji jiwa. Kami membuka pintu seluas-luasnya bagi pemuda NU, pelajar, dan masyarakat umum yang ingin bergabung,” jelasnya.
Lutfi menargetkan, ke depan setiap kecamatan di wilayah Jakarta Pusat memiliki titik latihan Pagar Nusa. Dengan demikian, ruang pembinaan dan kaderisasi Pagar Nusa dapat semakin dekat dengan masyarakat.
“Target kami, setiap kecamatan di Jakarta Pusat memiliki titik latihan Pagar Nusa,” imbuhnya.
Sekretaris PSNU Pagar Nusa Jakarta Pusat Ichtiar Akbar Sakti menambahkan, latihan akan digelar secara rutin setiap Ahad pagi di halaman Kantor PCNU Jakarta Pusat.
Pada tahap awal, materi latihan difokuskan pada pembentukan fisik dasar, teknik dasar Pagar Nusa, serta penguatan nilai-nilai ke-Aswaja-an.
“Untuk angkatan awal ini kita fokus pada pembentukan fisik dasar, teknik dasar Pagar Nusa, dan ke-Aswaja-an. Semoga ini menjadi ikhtiar kita untuk menjaga tradisi sekaligus membentengi generasi muda dari hal-hal negatif,” tuturnya.
Menurut Ichtiar, latihan perdana tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menghidupkan kembali tradisi pencak silat di lingkungan NU sekaligus memperluas ruang kaderisasi bagi generasi muda di tengah kehidupan masyarakat perkotaan.
Sementara itu, Ketua PCNU Jakarta Pusat Yusrul Hana mengapresiasi dimulainya kembali aktivitas Pagar Nusa di wilayah Jakarta Pusat. Menurutnya, keberadaan Pagar Nusa menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi kepesantrenan sekaligus membentuk karakter generasi muda Nahdlatul Ulama.
“Alhamdulillah, halaman kantor PCNU yang selama ini menjadi pusat khidmah jam’iyyah, hari ini menjadi saksi bangkitnya kembali Pagar Nusa di Jakarta Pusat. Ini sejalan dengan pesan para kiai bahwa pencak silat adalah jati diri santri,” ujar Yusrul.
Ia mengatakan, meskipun Jakarta Pusat tidak memiliki banyak pesantren, keberadaan majelis taklim dan masjid yang tersebar di berbagai wilayah dapat menjadi ruang pembinaan bagi kader dan generasi muda NU.
“Walaupun di Jakarta Pusat minim pesantren, ribuan majelis taklim dan masjid adalah pesantren kita,” lanjutnya.
Yusrul berharap latihan Pagar Nusa dapat berlangsung secara berkelanjutan dan menjadi wadah pembentukan kader pendekar NU yang memiliki ketangguhan fisik sekaligus akhlak yang baik.
“Harapannya, lahir kader-kader pendekar NU yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga berakhlakul karimah serta siap menjaga ulama, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Dengan dimulainya latihan perdana ini, Pagar Nusa Jakarta Pusat diharapkan tidak hanya menjadi ruang belajar pencak silat, tetapi juga menjadi wadah kaderisasi yang memadukan ketangguhan raga, kedalaman jiwa, tradisi NU, dan akhlakul karimah.