Rabu, 21 Oktober 2026 06:11 WIB

PBNU Matangkan Hari Santri dan Pengukuhan Pengurus, Gus Ipul: Sederhana tapi Khidmat


  • Selasa, 20 Oktober 2026 16:10 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mematangkan persiapan peringatan Hari Santri 2026 dan pengukuhan pengurus masa khidmah 2026–2031. Seluruh rangkaian kegiatan diarahkan berlangsung sederhana, khidmat, dan tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat.

Wakil Ketua Umum PBNU H Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan, peringatan Hari Santri akan digelar pada Kamis (22/10/2026) di Jawa Timur, dengan rangkaian apel, ziarah, kirab, dan resepsi. Kegiatan ini juga mengusung semangat Mujahadah Kemanusiaan untuk Palestina.

“Ini rencana yang sudah direstui oleh Rais Aam dan Ketua Umum,” kata Gus Ipul dalam rapat di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Rangkaian kegiatan di Jawa Timur akan dimulai dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, kemudian dilanjutkan dengan kirab yang melintasi Kabupaten dan Kota Mojokerto, Sidoarjo, hingga Surabaya. Resepsi dijadwalkan berlangsung di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya.

Sementara itu, kegiatan di Jakarta dijadwalkan berlangsung pada Jumat (23/10/2026), termasuk rapat koordinasi panitia di Hotel Trans Cibubur. Adapun pengukuhan pengurus PBNU masa khidmah 2026–2031 akan digelar pada Sabtu (24/10/2026) di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah, Cilangkap, Jakarta Timur.

Gus Ipul menegaskan, Rais Aam dan Ketua Umum PBNU berpesan agar seluruh kegiatan diselenggarakan secara bersahaja tanpa mengurangi kekhidmatan maupun gaung peringatan.

“Acara kita ini yang penting sederhana. Ya, sederhana tapi khidmat. Sederhana tapi gaungnya cukup kuat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan panitia agar memperhitungkan dampak kegiatan terhadap mobilitas warga, terutama potensi kemacetan di sepanjang jalur kirab.

“Yang penting jangan bikin macet, kasihan pengendara. Masyarakat lagi susah, jangan ditambah susah-susah yang aneh-aneh,” tegasnya.

Menurut Gus Ipul, kesederhanaan bukan berarti mengurangi makna peringatan. Sebaliknya, seluruh rangkaian kegiatan diharapkan tetap membawa pesan kuat tentang perjuangan santri, pengabdian NU, dan kepedulian kemanusiaan tanpa membebani masyarakat.
 



ARTIKEL TERKAIT