Senin, 26 Oktober 2026 16:12 WIB

PBNU Tancap Gas! Perkuat Akar Rumput, Rangkul Generasi Muda


  • Senin, 26 Oktober 2026 15:18 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 mulai menyiapkan langkah percepatan program organisasi. Kepengurusan baru menargetkan kerja-kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga Nahdliyin, terutama di tingkat akar rumput.

Katib Aam PBNU Prof. Muhammad Nuh mengatakan, langkah awal yang disiapkan adalah konsolidasi organisasi melalui sejumlah agenda strategis, mulai dari Musyawarah Nasional (Munas), Konferensi Besar (Konbes), hingga Rapat Kerja Nasional (Rakernas).

Menurutnya, agenda tersebut menjadi bagian dari program prioritas atau quick win yang perlu segera diwujudkan agar kepengurusan baru tidak berhenti pada konsolidasi struktural, tetapi mampu menghasilkan manfaat nyata bagi umat.

“Sekarang harus ada hasil yang segera bisa dirasakan manfaatnya,” tegas Muhammad Nuh saat memaparkan arah kebijakan organisasi di Jakarta, Minggu (25/10/2026).

Ia menjelaskan, konsolidasi tersebut diarahkan untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus memastikan program PBNU menjawab kebutuhan warga. Hasil kerja awal kepengurusan ditargetkan mulai terlihat pada puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) NU, 31 Januari 2027.

Empat Prinsip Jadi Pegangan

Dalam menjalankan agenda tersebut, Muhammad Nuh menegaskan pentingnya empat prinsip utama sebagai landasan gerak PBNU.

Pertama, menjaga Qanun Asasi dan Khittah NU sebagai pijakan perjuangan organisasi. Kedua, menerapkan tata kelola organisasi yang baik dan transparan. Ketiga, memastikan program kerja berhubungan langsung dengan kebutuhan warga di tingkat akar rumput. Keempat, menempatkan kemaslahatan umat sebagai orientasi utama setiap kebijakan.

Bagi PBNU, penguatan organisasi tidak cukup dilakukan di tingkat pusat. Fondasi NU justru perlu diperkuat melalui struktur paling bawah yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

“Akar itu mulai dari ranting, masyarakat bawah, kelompok mustasyar, a’wan, dan berbagai unsur organisasi yang perlu kita perkuat,” ujar Nuh.

Penguatan tersebut juga mencakup badan otonom (banom) dan lembaga-lembaga di lingkungan NU. Dengan demikian, konsolidasi organisasi diharapkan berjalan menyeluruh, dari tingkat pusat hingga ranting.

Langkah ini menjadi penting agar kebijakan yang dirumuskan di tingkat pusat dapat diterjemahkan menjadi program yang relevan dengan kebutuhan warga, mulai dari penguatan keagamaan, pendidikan, hingga pemberdayaan sosial.

Buka Ruang bagi Generasi Digital

Selain memperkuat struktur organisasi, PBNU juga menaruh perhatian pada keterlibatan generasi muda yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital atau digital native.

Muhammad Nuh menilai, perubahan zaman menuntut NU untuk mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai dan tradisi yang menjadi pijakan organisasi. Generasi muda perlu diberi ruang untuk terlibat, menyampaikan gagasan, dan berkontribusi dalam gerakan NU.

Karena itu, pendekatan organisasi dan dakwah perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman, termasuk dalam memanfaatkan teknologi dan ruang digital sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat.

Keterlibatan anak muda juga diharapkan tidak terbatas pada aktivitas di media sosial, tetapi berkembang menjadi partisipasi nyata dalam berbagai program organisasi.

Dengan memperkuat struktur hingga akar rumput sekaligus membuka ruang bagi generasi digital, PBNU berupaya membangun gerakan yang tetap berpijak pada tradisi, tetapi mampu menjawab kebutuhan masyarakat masa kini.

Pada akhirnya, keberhasilan kepengurusan PBNU masa khidmah 2026–2031 tidak hanya diukur dari terlaksananya agenda konsolidasi, melainkan juga dari sejauh mana kehadiran NU semakin dirasakan manfaatnya oleh warga dan masyarakat luas.



ARTIKEL TERKAIT