- 27 Oktober 2026
NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Imam Jazuli, Lc., MA, mendorong transformasi pesantren dan pembaruan metode dakwah NU agar semakin relevan dengan kebutuhan zaman. Menurutnya, pesantren perlu melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di berbagai bidang, sementara dakwah NU harus mampu menjangkau generasi muda melalui ruang digital.
Pandangan tersebut disampaikan KH Imam Jazuli usai prosesi pelantikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2026).
Ia menilai, salah satu tantangan besar NU saat ini adalah memperluas jangkauan dakwah agar nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dapat diterima oleh generasi muda, terutama Generasi Z dan Generasi Alpha.
Menurutnya, basis warga NU yang banyak berada di wilayah perkampungan dan didominasi generasi lebih tua menuntut adanya pendekatan dakwah yang lebih adaptif.
“Agenda besar kita adalah bagaimana NU itu bisa diterima oleh Gen Alpha dan Gen Z,” ujar KH Imam Jazuli dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).
Karena itu, ia menekankan pentingnya perubahan paradigma dakwah NU, khususnya dalam memanfaatkan media digital. Pengajian dan dakwah konvensional tetap penting, tetapi perlu dilengkapi dengan sarana komunikasi yang sesuai dengan kebiasaan generasi muda.
KH Imam Jazuli mendorong lahirnya konten dakwah yang dekat dengan kehidupan anak muda, menawarkan solusi atas persoalan mereka, serta dikemas secara kreatif dan kekinian. Salah satu bentuknya ialah video dakwah berdurasi singkat, seperti 60 detik.
Baginya, dakwah digital bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, melainkan ikhtiar agar pesan keislaman dan nilai-nilai NU tetap hadir di tengah perubahan cara masyarakat memperoleh informasi.
Pesantren Perlu Lahirkan SDM Multitalenta
Selain dakwah digital, KH Imam Jazuli menyoroti pentingnya transformasi pendidikan pesantren. Ia menilai, besarnya jumlah pesantren di Indonesia perlu diimbangi dengan pengembangan kompetensi santri yang lebih beragam, tidak hanya terbatas pada bidang keagamaan.
“Harus kita akui pesantren sangat banyak jumlahnya, tetapi SDM yang dihasilkan oleh pesantren belum sesuai harapan kita. Kenapa? Masih terkonsentrasi pada SDM bidang keagamaan. Hampir 90 persen bidangnya keagamaan,” ungkapnya.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan SDM berkualitas di berbagai sektor, mulai dari birokrasi pemerintahan, dunia profesional, hingga kewirausahaan. Karena itu, pesantren perlu memperluas orientasi pendidikan agar para santri memiliki bekal kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan bangsa.
Ia berharap pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga mampu mencetak generasi yang siap berkontribusi dalam pembangunan nasional.
“Bagaimana agar pesantren-pesantren itu mulai berpikir menciptakan SDM andal sesuai dengan kebutuhan negara ini. Dengan begitu, ke depan, kita bisa mengharapkan pesantren itu sebagai solusi untuk bangsa,” jelasnya.
Santri Harus Hadir di Berbagai Sektor
KH Imam Jazuli juga menyoroti pentingnya keterlibatan lulusan pesantren dalam sektor birokrasi, baik eksekutif maupun legislatif. Menurutnya, kompetensi akademis perlu berjalan beriringan dengan integritas dan kejujuran dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Ia berpandangan, pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan integritas generasi muda. Namun, nilai-nilai tersebut perlu ditopang dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan agar lulusan pesantren mampu mengambil peran di berbagai bidang strategis.
Karena itu, ia mendorong para pengasuh pesantren di seluruh Indonesia agar terbuka terhadap perubahan dan berani mengembangkan pendidikan yang lebih sesuai dengan tantangan masa depan.
KH Imam Jazuli juga menegaskan pentingnya peran PBNU dalam memfasilitasi transformasi tersebut. Dengan dukungan organisasi, pesantren diharapkan dapat memperluas kontribusinya, baik dalam penguatan kehidupan keagamaan maupun dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan negara.
Transformasi pesantren dan dakwah digital, menurutnya, menjadi bagian penting dari ikhtiar NU untuk terus relevan lintas generasi sekaligus menyiapkan SDM yang berilmu, berintegritas, dan mampu memberikan manfaat bagi bangsa.