Sabtu, 16 Mei 2026 09:02 WIB

ISNU Mantapkan Diri Jadi Lokomotif Intelektual dan Transformasi Sosial NU


  • Rabu, 30 Juli 2025 16:11 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) menegaskan komitmennya untuk tampil sebagai lokomotif gerakan intelektual dan kekuatan transformatif di lingkungan Nahdlatul Ulama. Ketua Umum Pimpinan Pusat ISNU, Kamaruddin Amin, menekankan bahwa sudah saatnya ISNU bergerak lebih konkret dalam menjawab berbagai tantangan zaman dengan keberpihakan kepada masyarakat akar rumput dan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.

“Sudah waktunya ISNU tidak hanya menjadi forum silaturahmi sarjana, tapi benar-benar hadir sebagai kekuatan transformatif. Kita punya sumber daya melimpah yang bisa dikapitalisasi untuk perubahan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat,” ujarnya saat Halaqah dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ISNU di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (30/7/2025).

Kamaruddin menekankan pentingnya menggerakkan kekayaan intelektual ISNU untuk mengurai persoalan nyata yang dihadapi rakyat, seperti kemiskinan struktural, kesenjangan pendidikan, hingga marginalisasi kelompok rentan.

“Kami ingin ISNU menjadi organisasi yang tidak hanya berpikir ke atas, tapi juga berpijak kuat di bawah. Karena dari sanalah perubahan sejati bermula,” terangnya.

Ia juga mendorong para kader ISNU untuk keluar dari zona nyaman dan terlibat langsung di tengah masyarakat, tidak hanya berkiprah di ruang akademik. “Jangan sampai profesor dan doktor kita hanya jadi penjaga kampus. Kalau tidak punya keterlibatan sosial, kehadirannya akan terasa hampa,” tegasnya.

Sebagai bentuk langkah nyata, ISNU tengah menyiapkan sejumlah program strategis, di antaranya: sertifikasi kompetensi, penguatan ekonomi umat, pengembangan riset terapan, serta pelatihan kewirausahaan berbasis komunitas. Semua dirancang untuk memperluas dampak sosial dari ilmu yang dimiliki para sarjana NU.

“Ilmu yang tidak berdampak sosial hanya akan jadi tumpukan makalah. Kita ingin ISNU menjadi organisasi yang berpikir sekaligus bergerak,” tandas Kamaruddin.

Dukungan terhadap arah baru ISNU juga datang dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Ia menilai ISNU memiliki posisi strategis dalam menjawab kegelisahan masyarakat atas ketimpangan pendidikan, pengangguran sarjana, dan keterasingan ekonomi dari rakyat.

“ISNU harus menjadi jawaban atas keresahan masyarakat. Keresahan atas pengangguran intelektual, pendidikan yang tidak nyambung dengan realitas, dan ekonomi yang makin menjauh dari rakyat,” ujar Cak Imin.

Ia menambahkan, kekuatan ISNU terletak pada kombinasi antara pengalaman lapangan dan pendekatan berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. “Saya ingin ISNU menjadi organisasi yang paling profesional di lingkungan NU. Profesional bukan karena gelar, tapi karena daya kerjanya yang berbasis ilmu, pengalaman, dan kepekaan sosial,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Cak Imin menegaskan bahwa dalam situasi bangsa yang penuh tantangan, para sarjana NU tidak boleh hanya menjadi penonton. “Kader NU tidak boleh gagal. Karena sejarah NU adalah sejarah solusi. Kalau bukan kita yang menjawab tantangan ini, siapa lagi?” pungkasnya.



ARTIKEL TERKAIT