Sabtu, 16 Mei 2026 08:25 WIB

NU Tegaskan Dukungan ke Palestina, Gus Yahya Klarifikasi soal Peter Berkowitz


  • Rabu, 27 Agustus 2025 14:04 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, akhirnya angkat bicara mengenai kontroversi kehadiran akademisi asal Amerika Serikat, Peter Berkowitz, dalam forum Akademi Kepemimpinan Nasional NU di Jakarta, Jumat, 15 Agustus 2025.

Dalam pernyataannya, Gus Yahya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kelalaiannya. Ia mengaku kurang cermat dalam mempertimbangkan rekam jejak Berkowitz yang dikenal lantang mendukung agenda pro-Zionis.

"Saya mohon maaf sekali kepada masyarakat bahwa saya membuat keputusan tanpa pertimbangan yang teliti dan lengkap terkait Peter Berkowitz ini," ujar Gus Yahya di kediamannya, Jakarta Selatan, Selasa malam (26/8).

Gus Yahya menjelaskan, undangan terhadap Berkowitz tidak berkaitan dengan isu Palestina maupun Israel. Menurutnya, PBNU tertarik menghadirkan peneliti dari Hoover Institution, Stanford University itu karena karya-karya akademiknya di bidang hak asasi manusia. Gus Yahya mengaku mengenal Peter sejak 2020, ketika ia masih aktif dalam Komisi Hak Asasi Manusia di Kementerian Luar Negeri AS.

“Waktu itu saya melihatnya sebagai seorang pemikir HAM. Itu yang membuat saya tertarik. Saya tidak memperhatikan secara detail sikapnya terkait Zionisme,” jelasnya.

Ia menegaskan, dalam forum kepemimpinan tersebut, Peter Berkowitz sama sekali tidak membahas persoalan Israel. Agenda yang digelar PBNU, kata Gus Yahya, memang rutin mengundang akademisi dari berbagai negara untuk memperluas wawasan para kader NU tentang isu global.

Meski demikian, Gus Yahya menekankan bahwa posisi NU tidak akan berubah sedikit pun dalam isu Palestina. NU, menurutnya, konsisten menolak segala bentuk penindasan Israel dan mendukung penuh perjuangan rakyat Palestina.

“Itu prinsip kami,” tegas Gus Yahya.

Sebelumnya, kehadiran Peter Berkowitz di forum NU memantik reaksi keras dari berbagai pihak. Hal ini karena rekam jejak Berkowitz yang dianggap kerap membela Israel dan menyoroti pentingnya keberlangsungan gerakan Zionis, termasuk dalam wawancaranya dengan Michael Cromartie untuk Pew Research Center pada 2006.



ARTIKEL TERKAIT