Minggu, 07 Juni 2026 03:09 WIB

Ansor-Banser Jombang Gelar Istighotsah, Ikhtiar Jaga Kedamaian


  • Selasa, 02 September 2025 15:33 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jombang – Suasana khidmat menyelimuti sekretariat GP Ansor Jombang pada Minggu malam (31/8/2025). Ratusan kader Ansor-Banser larut dalam doa dan istighotsah, memohon keselamatan bangsa di tengah memanasnya situasi nasional.

Ketua PC GP Ansor Jombang, Taufiqi Fakkaruddin Assilahi (Gus Fiqi), menegaskan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi pimpinan pusat sekaligus ikhtiar moral-spiritual untuk menjaga persatuan.

“Ansor-Banser selalu siap bergerak kapan pun dibutuhkan. NKRI harus tetap utuh. Kami tegaskan kesiapan membantu TNI, Polri, maupun pemerintah daerah menjaga keamanan Jombang,” ujar Gus Fiqi, Senin (1/9/2025).

Ia menambahkan, sejak lahir dari rahim GP Ansor pada 1934, Banser konsisten menjadi garda terdepan dalam menjaga ulama, pesantren, serta masyarakat. Dalam sejarah perjuangan bangsa, Banser ikut mengusir penjajah Belanda, menumpas pemberontakan DI/TII dan G30S/PKI, hingga kini aktif membantu negara dalam menghadapi bencana, kerusuhan, dan infiltrasi paham radikal.

“Dengan sejarah panjang itu, loyalitas Banser terhadap NKRI tidak diragukan lagi. Tradisi pengabdian ini terus kami tegaskan. Kader Ansor-Banser Jombang siap siaga menjaga stabilitas di tengah dinamika bangsa,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Fiqi juga menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan, salah satu korban demonstrasi di Jakarta. Ia menginstruksikan kader Ansor-Banser hingga tingkat desa untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan edukasi, sekaligus mencegah potensi provokasi.

Apresiasi datang dari Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Farid Al Farisi. Menurutnya, kekuatan organisasi justru bertumpu pada soliditas kader di akar rumput.

“Kami ikut berbelasungkawa atas kepergian almarhum Affan. Semoga keluarga diberi kekuatan. Kader desa harus tetap kokoh, karena di situlah benteng utama menjaga stabilitas,” ucap Farid.

Wakil Ketua PCNU Jombang, KH M. Haris Munawir, yang turut hadir juga menegaskan pentingnya sinergi antara ulama, masyarakat, dan pemerintah daerah.

“Selama ulama dan pemimpin daerah seiring langkah, insyaallah Jombang tetap sejuk dan aman,” katanya.

Pesan senada datang dari aparat keamanan. Dandim 0814 Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi. “Jangan biarkan api kecil membesar. Jombang harus tetap damai dengan sinergi semua pihak,” tegasnya.



ARTIKEL TERKAIT