- 22 Mei 2026
NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya pondok pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi umat. Menurutnya, sejarah bangsa membuktikan bahwa santri dan pesantren memiliki kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan, sehingga di era kini perannya harus terus diperluas.
"Kita tidak mungkin ada hari ini, kita tidak bisa merdeka, tidak akan bisa mempertahankan kemerdekaan tanpa peran santri dan pondok. Itu fakta, itu sejarah,” tegas Zulhas saat membuka Rapat Kerja I Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah, Kedoya, Jakarta Barat, Rabu (17/9/2025).
Zulhas menekankan bahwa tantangan generasi saat ini berbeda dengan masa perjuangan kemerdekaan. Jika dahulu fokusnya adalah mempertahankan kedaulatan, maka kini medan perjuangan adalah meningkatkan kesejahteraan, produktivitas, dan daya saing.
"Karena itu, saya mendukung penuh Gerakan Nasional Ayo Mondok untuk mengembangkan ekonomi umat. Selain menjaga akhlak, para kiai dan santri juga perlu dibekali kemampuan ekonomi agar lebih produktif dan kreatif,” ujarnya.
Gerakan Nasional Ayo Mondok, lanjutnya, juga menjadi ajakan agar generasi muda kembali belajar kepada pesantren, bukan sekadar mengandalkan informasi dari media sosial yang seringkali tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Sekarang ini orang banyak belajar dari media sosial, padahal kebenarannya sering belum tentu. Karena itu, melalui gerakan ini kita ingin anak-anak kita mendapatkan ilmu yang benar dari sumber yang jelas,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Raker I Gerakan Nasional Ayo Mondok, KH M. Zahrul Azhar As’ad atau Gus Hans, menilai sinergi pemerintah dengan para pengasuh pesantren akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat lembaga pendidikan keagamaan.
Menurutnya, pengasuh dan pengelola pesantren memahami betul seluk-beluk pengembangan ponpes, sehingga kehadiran pemerintah dapat menjadi penguat dalam mengorkestrasi gerakan nasional ini. “Tentu saja memang kita akui bahwa proses yang selama ada di perusahaan hari ini pasti ada plus-minusnya. Tetapi saya yakin plusnya kita banyak,” ujarnya optimistis.
Raker Gerakan Nasional Ayo Mondok yang berlangsung pada 17–18 September 2025 ini diikuti sekitar 120 pengurus dari tingkat pusat hingga koordinator wilayah. Acara turut dihadiri Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma’ruf Amin, pengurus PBNU, perwakilan Kementerian Agama, serta para pengasuh pesantren dari berbagai daerah.