- 01 Februari 2026
NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar rapat koordinasi bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia pada 7–8 Februari 2026 di Malang, Jawa Timur. Agenda ini menjadi bagian dari langkah konsolidasi organisasi menyusul keputusan Rapat Pleno PBNU yang memulihkan kepengurusan hasil Muktamar Ke-34 NU di Lampung.
Rais Syuriyah PBNU Prof. M. Nuh menyampaikan bahwa rencana rapat koordinasi tersebut telah dilaporkan kepada Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni.
“Pada 7 Februari akan dilaksanakan rapat koordinasi dengan PWNU se-Indonesia. Informasi ini sudah kami sampaikan kepada Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum,” ujar Prof Nuh di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Rapat koordinasi akan digelar di Malang dan dirangkai dengan peringatan 100 Tahun Masehi NU yang diselenggarakan oleh PWNU Jawa Timur pada 8 Februari 2026. Karena itu, PBNU mengundang seluruh pengurus wilayah dan keluarga besar NU untuk hadir dan bersilaturahmi.
“Kegiatan rapat koordinasi akan dilanjutkan dengan peringatan 100 Tahun NU oleh PWNU Jawa Timur. Kami mengundang seluruh pengurus wilayah dan keluarga besar PBNU untuk rawuh di Malang,” jelasnya.
Prof Nuh menegaskan, keputusan Rapat Pleno PBNU telah mengakhiri berbagai keraguan terkait legalitas organisasi. Menurutnya, kepastian ini penting agar NU dapat menjalankan agenda-agenda besar ke depan dengan tenang dan tertib.
“Sekarang sudah tidak ada lagi ambiguitas soal legalitas. Ini penting agar setiap kegiatan besar NU bisa berjalan dengan nyaman,” tegasnya.
Ia menambahkan, percepatan pengambilan keputusan dalam Rapat Pleno dilakukan demi menciptakan suasana organisasi yang kondusif. Pasca pleno, aktivitas PBNU kembali berjalan normal sesuai SK Pergantian Antarwaktu (PAW) 2024, termasuk pengembalian struktur kepengurusan sebagaimana hasil Muktamar Ke-34 NU.
“PBNU kembali beraktivitas secara normal. Semua dijalankan dengan senang hati, demi kemaslahatan dan keutuhan NU,” ujarnya.
Prof Nuh menegaskan bahwa polemik internal yang sempat terjadi kini telah diselesaikan melalui mekanisme organisasi.
“Alhamdulillah, perbedaan pandangan dan polemik kita nyatakan selesai. Mari kita buka lembaran baru agar Nahdlatul Ulama melangkah ke depan dengan lebih kuat dan penuh keberkahan,” pungkasnya.