Rabu, 04 Februari 2026 08:05 WIB

Gus Yahya Pastikan Seluruh Unsur NU Hadiri Puncak Harlah Ke-100 di Istora Senayan


  • Jum'at, 30 Januari 2026 17:19 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) memastikan seluruh unsur Nahdlatul Ulama (NU) akan hadir dalam puncak resepsi peringatan Harlah ke-100 NU versi kalender Masehi yang digelar pada Sabtu (31/1/2026) di Istora Senayan, Jakarta.

Gus Yahya menjelaskan, kehadiran seluruh elemen NU tersebut merupakan tindak lanjut dari seruan Rais Syuriyah PBNU Prof Mohammad Nuh dalam Rapat Pleno PBNU yang digelar Kamis (29/1/2026).

“Dalam rapat pleno, Pak Mohammad Nuh menyerukan agar seluruh unsur NU hadir dan berpartisipasi dalam puncak resepsi peringatan 100 tahun NU menurut kalender Masehi, besok pagi pukul 09.00 WIB,” ujar Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran PBNU, mulai dari mustasyar, syuriyah, tanfidziyah, a’wan, lembaga, hingga badan otonom, telah menyatakan kesiapan untuk hadir. Gus Yahya pun menyampaikan optimisme bahwa momentum harlah ke-100 ini menjadi titik penguatan kembali persatuan NU.

“Alhamdulillah, persiapan sudah lengkap. Seluruh jajaran PBNU insyaallah hadir dan berpartisipasi. Aspirasi untuk kembali guyub datang dari pengurus wilayah sampai cabang,” ujarnya.

Selain pengurus pusat, sebanyak 38 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) serta sekitar 500 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) juga telah mengonfirmasi kehadiran. Gus Yahya memperkirakan jumlah peserta dan jamaah yang hadir mencapai 8 hingga 10 ribu orang. Panitia pun menyiapkan fasilitas pendukung di luar arena utama mengingat keterbatasan kapasitas Istora Senayan.

“Sebagian besar peserta sudah tiba dan bersiap di Hotel Sultan Jakarta,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Gus Yahya menyampaikan bahwa PBNU telah mengundang Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto beserta jajaran menteri, pimpinan lembaga negara, dan para duta besar negara sahabat. Koordinasi teknis, termasuk dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), telah dilakukan.

“Mudah-mudahan Bapak Presiden berkenan hadir bersama kami,” katanya.

Sebagai rangkaian Harlah ke-100 NU, PBNU sebelumnya telah menggelar Halaqah Roadmap 25 Tahun NU di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 25 Januari 2026. Selain itu, pada Jumat (30/1/2026), PBNU juga meluncurkan inisiatif kerja sama Syariah Double Services bersama Harvest Corporation, perusahaan berbasis di Singapura, sebagai bagian dari pengembangan layanan syariah global.

Gus Yahya menegaskan bahwa peringatan Harlah ke-100 NU mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”, yang selaras dengan visi Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

“NU sejak awal berdiri membawa cita-cita peradaban. Kemerdekaan tidak hanya untuk bangsa Indonesia, tetapi untuk seluruh umat manusia,” ujarnya, mengutip Pembukaan UUD 1945.

Sebagaimana diketahui, Nahdlatul Ulama didirikan pada 16 Rajab 1344 H yang bertepatan dengan 31 Januari 1926 M. Setelah memperingati satu abad NU versi Hijriah pada 2023 di Sidoarjo, Jawa Timur, tahun ini NU memperingati 100 tahun kelahirannya menurut kalender Masehi.
 



ARTIKEL TERKAIT