Selasa, 10 Februari 2026 06:11 WIB

Presiden Prabowo: Setiap Kali di Tengah NU, Saya Selalu Bahagia


  • Senin, 09 Februari 2026 14:04 WIB

NAHDLIYIN.COM, Malang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan rasa bahagia dan semangat yang selalu ia rasakan setiap kali berada di tengah warga Nahdlatul Ulama (NU). Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Ahad (8/2/2026).

“Setiap kali saya di tengah-tengah NU, saya selalu bahagia. Saya selalu semangat karena saya merasakan kesejukan, getaran hati saudara-saudara sekalian, serta semangat persatuan, keguyuban, dan keinginan menegakkan kedamaian,” ujar Presiden Prabowo di hadapan ratusan ribu jamaah.

Presiden juga mengaku merasakan harapan besar bagi terwujudnya bangsa Indonesia yang adil dan kuat, terutama ketika melihat peran dan kekuatan kaum ibu di lingkungan NU.
“Saya merasakan harapan atas bangsa dan negara yang adil, apalagi tadi saya merasakan kuatnya tangan emak-emak NU. Luar biasa kekuatan emak-emak ini,” katanya disambut tepuk tangan jamaah.

Prabowo menyampaikan terima kasih atas undangan untuk hadir dalam momentum bersejarah NU tersebut. Ia menegaskan, setiap kali berada di tengah para santri, kiai, dan ulama, dirinya semakin terdorong untuk mengabdi sepenuh hati kepada rakyat Indonesia.
“Setiap kali saya di tengah NU, dengan santri, kiai, dan ulama besar di belakang saya, saya merasa lebih berani untuk berbakti, mengabdi, dan membela seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Presiden juga menekankan bahwa satu abad kiprah NU telah membuktikan perannya sebagai pilar penting kebesaran bangsa Indonesia.
“Setiap kali Indonesia dalam keadaan bahaya, NU selalu tampil menyelamatkan,” ujar Prabowo.

Ia kemudian mengingatkan kembali peran monumental NU dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam peristiwa pertempuran di Surabaya.
“Proklamasi kemerdekaan memang dibacakan di Jakarta, tetapi ujian kemerdekaan terjadi di Jawa Timur, di Surabaya. Di sanalah bangsa Indonesia membuktikan mampu mempertahankan kemerdekaan melawan negara besar dunia,” jelasnya.

Menurut Prabowo, rakyat Jawa Timur yang dipimpin para kiai dan ulama telah menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak akan pernah tunduk pada penjajahan kembali.
“Kita berhasil menghadapi Inggris, pemenang Perang Dunia. Rakyat Jawa Timur yang dipimpin kiai dan ulama membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang merdeka dan bermartabat,” tegasnya.

Presiden juga menyoroti pentingnya persatuan nasional sebagaimana selalu dicontohkan NU. Ia menegaskan bahwa tidak ada bangsa yang kuat dan maju tanpa kerukunan para pemimpinnya.

“Boleh bertanding, berdebat, dan berbeda pandangan, tetapi pada akhirnya para pemimpin dan seluruh rakyat Indonesia harus rukun menjaga persatuan dan kesatuan,” pesannya.

Prabowo mengingatkan bahwa kemakmuran tidak akan terwujud tanpa perdamaian, dan perdamaian hanya bisa lahir dari kerukunan. Ia pun menekankan nilai luhur ajaran para kiai, yakni mikul duwur mendem jero—menjunjung tinggi kebaikan dan mengubur dalam-dalam keburukan.

“Itulah kepribadian bangsa Indonesia: berbeda tidak masalah, setelah itu cari persatuan dan musyawarah untuk mufakat,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat serta kehormatan yang diberikan kepadanya dalam acara besar NU tersebut.

“Terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Merupakan kehormatan bagi saya bisa hadir di tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.



ARTIKEL TERKAIT