Sabtu, 21 Februari 2026 05:40 WIB

Dokter NU Bagikan Tips Sehat Selama Ramadhan, Tekankan Pola Hidup Seimbang


  • Jum'at, 20 Februari 2026 13:10 WIB

NAHDLIYIN.COM, Lebak –  Menjalani ibadah puasa Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga amanah kesehatan tubuh. Dokter Spesialis Patologi Klinik, Agus Sunardi, menegaskan bahwa puasa memiliki manfaat besar bagi kesehatan fisik dan mental apabila dijalankan dengan pola hidup yang seimbang.

Menurutnya, puasa selaras dengan prinsip keseimbangan dalam ajaran Nahdlatul Ulama, yakni menjaga kemaslahatan jasmani dan rohani secara bersamaan.

“Puasa bukan praktik yang melemahkan tubuh, tetapi sarana pembinaan diri agar lebih disiplin dan seimbang. Menjaga kesehatan selama puasa adalah bagian dari tanggung jawab menjaga amanah tubuh,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Sahur Jangan Dilewatkan

Dr. Agus menekankan pentingnya sahur sebagai fondasi energi sepanjang hari. Ia menganjurkan konsumsi makanan bergizi seimbang, terutama karbohidrat kompleks seperti nasi, gandum, dan umbi-umbian, serta protein seperti telur, tahu, tempe, dan ikan. Asupan cairan yang cukup juga menjadi kunci mencegah dehidrasi.

Berbuka Secara Moderat

Saat berbuka, ia mengingatkan agar tidak berlebihan. Disarankan memulai dengan air putih dan makanan ringan secukupnya sebelum makan utama.

“Puasa mengajarkan pengendalian diri dan keseimbangan. Jangan balas lapar seharian dengan makan berlebihan,” tegasnya.

Jaga Fisik dan Mental

Aktivitas fisik tetap dianjurkan selama Ramadhan, namun dalam intensitas ringan hingga sedang. Aktivitas berat sebaiknya dihindari, terutama pada siang hari. Selain itu, kesehatan mental juga perlu dijaga dengan memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, serta menjaga ketenangan emosi.

Dalam perspektif NU, menjaga kesehatan selama puasa merupakan bagian dari maqashid syariah, khususnya hifz an-nafs (menjaga jiwa). Islam juga memberikan keringanan bagi orang sakit atau yang memiliki kondisi medis tertentu.

“Islam tidak mengajarkan ibadah yang membahayakan. Prinsipnya adalah keseimbangan dan kemaslahatan,” tambahnya.

Dr. Agus berharap Ramadhan menjadi momentum memperbaiki pola hidup agar lebih sehat, disiplin, dan seimbang, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan secara optimal sekaligus memberi manfaat spiritual dan kesehatan.

“Puasa yang sehat akan memperkuat spiritualitas dan meningkatkan kualitas hidup. Di situlah keindahan ajaran Islam,” pungkasnya.



ARTIKEL TERKAIT