Sabtu, 25 April 2026 20:25 WIB

Safari Diplomatik Gus Yahya ke Kedubes Pakistan, PBNU Dorong Perdamaian Global


  • Jum'at, 24 April 2026 18:38 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf melanjutkan safari diplomatiknya dengan menyambangi Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, di Kedutaan Besar Pakistan, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).

Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari ikhtiar Nahdlatul Ulama dalam merespons dinamika global, khususnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang hingga kini belum menemukan titik temu dalam proses diplomasi.

“Selama ini Gus Yahya, dalam batas-batas yang bisa dilakukan ormas seperti NU, mencoba melakukan diplomasi kepada negara-negara sahabat,” ujar Gus Ulil usai pertemuan.

Menurutnya, Pakistan dinilai memiliki peran strategis karena berhasil mendorong Iran dan Amerika Serikat untuk duduk bersama di meja perundingan guna mencapai gencatan senjata. Atas hal itu, Gus Yahya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif diplomatik Pakistan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga menyoroti pentingnya memperkuat persatuan umat Islam serta solidaritas antarnegara Muslim dalam menghadapi berbagai tantangan global. Selain itu, Gus Yahya turut mengingatkan adanya potensi ancaman dari ambisi Israel untuk menjadi kekuatan dominan di kawasan Timur Tengah yang dinilai dapat memicu instabilitas regional.

Duta Besar Pakistan, lanjut Gus Ulil, menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap organisasi kemasyarakatan seperti NU dapat terus berperan aktif dalam mendorong terciptanya perdamaian dunia. Ia juga mengajak para pemimpin negara untuk mengedepankan jalur diplomasi dalam menghentikan konflik yang sedang berlangsung.

“Dubes Pakistan merasa terhormat atas kunjungan ini, bahkan menyampaikan bahwa seharusnya ia yang lebih dahulu berkunjung ke PBNU. Namun karena Gus Yahya memandang isu ini penting, beliau yang mendatangi negara-negara sahabat,” jelasnya.

Safari diplomatik ini akan berlanjut dengan kunjungan ke Kedutaan Besar Rusia pada Jumat (24/4/2026). Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari ikhtiar strategis PBNU dalam merespons dinamika global secara konstruktif.

Gus Ulil menilai, dalam berbagai pertemuan dengan para duta besar, Gus Yahya telah memainkan perannya secara optimal sebagai representasi organisasi Islam terbesar di Indonesia. Ia juga menyampaikan aspirasi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, disusul oleh Pakistan di posisi kedua.



ARTIKEL TERKAIT