Rabu, 03 Juni 2026 00:50 WIB

KH Miftachul Akhyar: Ujian Hidup adalah Tempaan Kasih Sayang Allah


  • Selasa, 02 Juni 2026 14:58 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengingatkan bahwa tidak ada satu pun manusia yang terbebas dari ujian selama menjalani kehidupan di dunia. Ujian tidak selalu hadir dalam bentuk kesulitan, seperti sakit atau himpitan ekonomi, tetapi juga bisa berupa kesehatan, kelapangan rezeki, serta berbagai kemudahan yang dinikmati seseorang.

Menurutnya, ujian adalah sunnatullah yang berlaku bagi seluruh manusia tanpa memandang status sosial, jabatan, maupun kekayaan. Orang miskin, kaya, hingga kalangan elite yang hidup dalam kemewahan tetap akan menghadapi berbagai cobaan. Bahkan para nabi sebagai manusia pilihan Allah juga mengalami ujian yang jauh lebih berat.

Salah satu kisah yang diabadikan dalam Al-Qur’an adalah ujian yang dialami Nabi Ibrahim ketika diperintahkan untuk menyembelih putranya. Dari peristiwa itu, umat Islam diajarkan bahwa ujian merupakan proses pembentukan keteguhan dan kekuatan diri.

“Kalau kita semua tidak diuji, tidak dicoba, bagaimana bisa menghadapi hal yang lebih besar lagi. Kita bisa menjadi orang yang tahan banting karena sering ditempa oleh ujian,” ujar Kiai Miftah dalam pengajian Syarah Al-Hikam yang dikutip dari kanal YouTube Multimedia KH Miftachul Akhyar, Ahad (31/5/2026).

Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah itu mengajak umat Islam untuk menyadari bahwa dunia memang merupakan tempat ujian. Kesadaran ini penting agar seseorang tidak mudah terkejut ketika menghadapi keterbatasan, kehilangan dukungan, atau berbagai situasi yang tidak sesuai harapan.

“Marilah kita membiasakan diri bersahabat dan bercengkerama dengan ujian-ujian dari Allah,” pesannya.

Lebih lanjut, Kiai Miftah menegaskan bahwa setiap ujian yang Allah berikan selalu disertai kasih sayang, hikmah, dan anugerah yang jauh lebih besar. Namun, tidak semua orang mampu melihat dan mengambil pelajaran di balik cobaan yang diterimanya.

Bagi mereka yang mampu menerima ujian dengan ridha, cobaan justru menjadi sarana untuk memperkuat keimanan dan meningkatkan kualitas ibadah. Dari sanalah seseorang akan semakin dekat kepada Allah dan merasakan limpahan kasih sayang-Nya.

“Di setiap cobaan selalu ada luthf Allah, ada kasih sayang Allah, ada anugerah Allah,” ungkapnya.

Menurut Kiai Miftah, banyak bentuk pertolongan dan karunia Allah yang baru dapat dipahami manusia setelah ia berhasil melewati masa-masa sulit. Karena itu, ujian tidak semestinya dipandang sebagai beban semata, melainkan sebagai jalan menuju kematangan spiritual.

Ia menambahkan, ujian merupakan cara Allah menempa manusia agar menjadi pribadi yang istimewa dan dicintai-Nya. Kehidupan di dunia sejatinya adalah proses penggemblengan sebelum manusia memasuki kehidupan yang kekal di akhirat.

“Manusia diproyeksikan untuk kehidupan yang abadi. Karena itu, kita diberi tempaan dan gemblengan agar siap menghadapi kehidupan yang lebih besar di akhirat kelak,” pungkasnya.
 



ARTIKEL TERKAIT