Senin, 27 Juli 2026 22:01 WIB

Diusung Jawa Timur Maju Ketua Umum PBNU, Gus Kikin: Ini Amanah, Bukan Ambisi Pribadi


  • Senin, 27 Juli 2026 17:49 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jombang – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar Ke-35 NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.

Cicit pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari, itu menegaskan bahwa kesediaannya bukan dilandasi ambisi pribadi, melainkan sebagai bentuk menjalankan amanah organisasi yang diberikan oleh PWNU dan seluruh PCNU di Jawa Timur.

"Semula saya tidak ada niat untuk mencalonkan diri. Namun karena ini merupakan keputusan, penugasan, dan amanah dari PWNU serta PCNU se-Jawa Timur, maka bismillah saya siap menjalankannya," ujar Gus Kikin, Selasa (21/7/2026).

Diusung Hasil Keputusan Organisasi

Majunya Gus Kikin merupakan tindak lanjut dari keputusan rapat pleno gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Jawa Timur bersama seluruh PCNU se-Jawa Timur. Dukungan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Jawa Timur mengusung satu figur untuk bertarung dalam bursa Ketua Umum PBNU.

Selain Gus Kikin, sejumlah nama juga disebut masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar Ke-35 NU. Mereka antara lain Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Menteri Agama KH Nasaruddin Umar, Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), serta mantan Ketua Umum PB PMII Hery Haryanto Azumi.

Ingin Jaga Tradisi dan Perkuat Persatuan NU

Gus Kikin menegaskan bahwa semangat yang dibawa bukan sekadar kontestasi kepemimpinan, melainkan menjaga tradisi organisasi yang telah diwariskan para muassis Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, nilai-nilai dasar NU harus terus dirawat dengan semangat persaudaraan, kebersamaan, dan kasih sayang agar organisasi tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan.

"Kita berusaha sebaik mungkin mengikuti tradisi-tradisi dari dulu yang sangat kuat dan itu yang harus kita jaga, kita lanjutkan, kita teruskan. Karena konsep NU itu harus masuk ke dalam organisasi NU dengan penuh kasih sayang," ujarnya.

Menjelang Muktamar yang tinggal menghitung pekan, Gus Kikin mengatakan akan memanfaatkan waktu untuk melakukan konsolidasi intensif bersama seluruh jajaran PWNU dan PCNU di Jawa Timur.

Konsolidasi tersebut, menurutnya, difokuskan pada penyusunan gagasan dan program kerja yang mampu menjawab tantangan NU ke depan.

"Yang paling penting adalah program-program yang diajukan. Pergantian pengurus harus membawa dampak positif sehingga ke depan NU menjadi semakin baik," katanya.

PWNU Jatim: Penugasan Murni Hasil Kesepakatan

Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, KH Abdul Matin Djawahir, menegaskan bahwa pencalonan Gus Kikin sama sekali bukan berasal dari keinginan pribadi maupun arahan dari Pengurus Besar NU.

Ia menyebut keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah internal yang melibatkan unsur Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Jawa Timur bersama seluruh PCNU.

"Penugasan ini murni hasil keputusan rapat Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Jawa Timur. Seluruh 45 PCNU se-Jawa Timur solid menyatukan suara dan siap mengusung Gus Kikin pada Muktamar mendatang," tegas KH Abdul Matin.

Sosok Cicit Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari

KH Abdul Hakim Mahfudz lahir di Pondok Pesantren Sunan Ampel, Jombang, pada 17 Agustus 1958. Ia merupakan putra KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum, serta cicit Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari melalui garis keturunan Nyai Khoiriyah Hasyim.

Ayahnya, KH Mahfudz Anwar, dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang. Sementara itu, Gus Kikin juga merupakan sepupu Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, KH Anwar Manshur.

Selain menimba ilmu di Pondok Pesantren Sunan Ampel, ia juga belajar di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak, Jombang. Pendidikan formalnya ditempuh di Madrasah Ibtidaiyah Parimono, kemudian SMP Negeri 1 Jombang dan SMA Negeri 2 Jombang. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta dan kemudian menempuh studi Ilmu Komunikasi di Universitas Terbuka.

Dengan dukungan penuh dari 45 PCNU se-Jawa Timur, Gus Kikin kini menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. Ia menegaskan, amanah tersebut akan dijalankan sebagai bentuk khidmah kepada Nahdlatul Ulama, dengan semangat menjaga tradisi organisasi, memperkuat persatuan, serta menghadirkan program-program yang membawa kemajuan bagi NU di masa mendatang.



ARTIKEL TERKAIT